Jakarta, Gontornews — Gerakan filantropi di era teknologi digital lahir dari permasalahan sosial dan ekonomi yang berubah dengan cepat. Bersamaan dengan itu potensi ekonomi yang berdampak sosial dari konsep teknologi digital memberikan peluang untuk menciptakan ekonomi kreatif.
Sebagai langkah meningkatkan ekonomi inklusif, Lazismu berkolaborasi bersama GO-JEK dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof. Dr. HAMKA, mengadakan program acara bertajuk Technology for Social Good, bertempat di Aula A.R. Fachruddin, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (29/11/2018).
Tujuan kegiatan ini mengenalkan dan mengajak para mahasiswa untuk berkreasi menelurkan ide-ide inovatif di dunia digital yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia. Di samping itu, kegiatan ini juga mengajak civitas akademik UHAMKA untuk mengenal lebih dekat aktivitas fundraising Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UHAMKA, Nuryadi Wijiharjono, mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Melalui tema Technology for Social Good UHAMKA berharap para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kualitas dalam proses belajar dan mengajar.
Nuryadi melanjutkan, teknologi telah memberikan kemudahan kepada manusia, termasuk kemudahan dalam dunia pendidikan. “Dengan menekan tombol saja melalui telepon cerdas apa yang diinginkan datang seperti ojek online. Mungkin ke depan dengan teknologi digital sistem administrasi di kampus akan semakin canggih,” katanya seperti dilansir Muhammadiyah.or.id.
Vice President Public Affairs GO-JEK Indonesia, Astrid Kusumawardhani menjelaskan, bagaimana teknologi telah menggerakkan dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat secara lebih efisien.
Kehadiran layanan GO-JEK awalnya berangkat dari suatu upaya mengupas persoalan agar aktivitas seseorang berjalan dengan efisien. “Artinya dengan teknologi dapat membantu manusia,” ujarnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]



















