Kinshasha, Gontornews — Mantan Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo, Oly Ilunga, ditahan oleh pihak kepolisian Kongo atas dugaan salah kelola dana negara untuk penanggulangan wabah Ebola di Kongo, Sabtu (14/9).
Pihak kepolisian Kongo segera melakukan penangkapan seiring terdapatnya informasi yang beredar bahwa Ilunga hendak meninggalkan Kongo untuk menghindari proses hukum yang sedang menderanya.
“Sayangnya, pihak kepolisian menerima informasi tentang kepergiannya menuju Kongo-Brazzavile,” ungkap pernyataan resmi pihak kepolisian Kongo seperti dilansir Reuters.
Sebelumnya, Oly Ilunga mengundurkan diri sebagai Menteri Kesehatan Kongo menyusul kewenangannya sebagai Menteri Kesehatan dilucuti oleh pihak ketiga. Ilunga diduga enggan memasukkan vaksin rekomendasi organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai vaksi Ebola di Kongo karena telah memiliki vaksin yang dinilainya lebih ampuh.
Akan tetapi, pada awal bulan September, pengacara Ilunga mengatakan bahwa kliennya mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian yang menanyakan seputar perannya dalam mengelola wabah Ebola di Kongo. Namun, ia membantah bahwa Ilunga bersalah dalam pengelolaan wabah Ebola di Kongo.
Karena itu, Ilunga dikabarkan telah ditahan oleh pihak kepolisian dan dijadwalkan bertemu pihak kejaksaan pada 16 September mendatang. Sekali lagi, Pengacara Ilunga menolak untuk berkomentar terkait penahanan kliennya itu.
Sejumlah pendonor internasional dikabarkan telah menyediakan lebih dari 150 juta Dollar AS untuk merespon wabah Ebola dalam satu tahun terakhir. Tetapi, PBB mengatakan bahwa Kongo membutuhkan ratusan juta dolar AS lebih banyak untuk menangani wabah yang telah menewaskan dan menginfeksi ribuan warga Kongo.
Hanya wabah Afrika Barat pada tahun 2013-2016 yang menewaskan 11.300 orang yang bisa mengalahkan dahsyatnya wabah Ebola di Kongo sepanjang tahun 2018-2019. [Mohamad Deny Irawan]





















