15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Buku

Manusia Mulia Menurut Fakhruddin Ar-Razi

dalam karyanya Kitab an-Nafs wa ar-Ruh wa Syarh Quwahuma

Adnin Armas by Adnin Armas
19 January 2020
in Buku
0
Tafsir Al Kabir ly Imam Al-Fajr Al Razi

Ilustrasi

“Manusia mulia adalah manusia yang mengutamakan Wahyu dan akalnya dibanding mengikuti hawa nafsunya,” demikian ungkap Fakhruddin ar-Razi dalam karyanya Kitab an-Nafs wa ar-Ruh wa Syarh Quwahuma (Buku Mengenai Jiwa dan Ruh dan Komentar terhadap Kedua Potensinya).

Menurut Fakhruddin ar-Razi, seorang ulama-intelek yang berwibawa (m. 610 H/ 1210 M) manusia memiliki hawa nafsu dan tabiat yang selalu menggiringnya untuk memiliki sifat-sifat yang buruk. Namun, jika manusia lebih mengutamakan Wahyu dan akal dibanding hawa nafsunya, maka sungguh manusia itu menjadi mulia.

Bagi Fakhruddin ar-Razi, kebahagiaan jiwa atau kenikmatan ruhani lebih tinggi martabatnya dibanding kebahagiaan fisik atau kenikmatan jasmani, seperti kuliner, hubungan seks dan keinginan memiliki materi. Argumentasi Fakhruddin ar-Razi sebagai berikut: Pertama, sekiranya kebahagiaan manusia itu terkait dengan hawa nafsu dan mengikuti amarah, maka hewan-hewan tertentu seperti singa yang lebih kuat nafsu amarahnya dan burung yang lebih kuat kemampuan hubungan seksnya dari manusia, maka hewan tersebut akan lebih tinggi martabatnya dibanding manusia. Namun, kenyataannya kan tidak demikian. Kedua, sekiranya makan atau kuliner atau hubungan seks menjadi sebab bagi diraihnya kebahagiaan dan kesempurnaan, maka seseorang yang setiap hari terus menerus memperbanyak makan atau kuliner, maka orang tersebut akan menjadi manusia paling sempurna atau paling bahagia.

Namun, jika seseorang setiap hari terus menerus makan dalam jumlah kuantitas yang banyak, justru akan membahayakan dirinya. Jadi, sebenarnya makan fungsinya sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmani, bukan menjadi penyebab kepada kebahagiaan ataupun kesempurnaan. Ketiga, manusia sebagaimana hewan merasakan kenikmatan saat makan dan minum. Jika makan menjadi sebab kepada kebahagiaan, maka manusia tidak akan menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding hewan. Bahkan manusia bisa lebih rendah dari hewan jika kebahagiaan manusia diidentikkan dengan kenikmatan jasmani. Sebabnya, manusia dengan akalnya menyadari jika kenikmatan jasmani tidaklah sempurna. Sedangkan hewan, tidak bisa menyadarinya karena hewan tidak bisa berpikir tatkala sedang dalam kenikmatan jasmani. Keempat, kenikmatan jasmani sejatinya bukanlah kenikmatan yang sebenarnya. Seseorang yang sangat lapar, maka ia akan merasakan nikmat sekali jika bisa makan.

BACA JUGA

Gerakan Literasi Sirah Nabawiyah ‘Semua Membacanya 2025’ Teguhkan Keteladanan Rasulullah Lintas Generasi

Bedah Buku “Panduan Melawan Tirani”, ReneTuros Undang Feri Amsari

Ilmu, Seni, dan Etika Debat Ilmiah dalam Islam

Freemasonry dan Teosofi

Islamic Science

Sebaliknya, seseorang yang sedikit laparnya, sedikit pula rasa nikmatnya ketika ia makan. Seseorang berpakaian karena pakaian tersebut menyelimutinya dari rasa dingin dan rasa panas. Jadi, kenikmatan jasmani seperti makan sejatinya adalah menghindari dari rasa lapar. Kenikmatan jasmani seperti berpakaian sejatinya adalah menghindar dari rasa dingin dan rasa panas. Jadi, kenikmatan jasmani bukanlah kenikmatan yang sesungguhnya. Kebahagiaan jiwa bukanlah kenikmatan jasmani. Kelima, manusia layaknya hewan, makan, minum, tidur, melakukan hubungan seks, dan menyakiti yang lain. Namun, manusia lebih mulia dari hewan. Jika demikian, maka kesempurnaan dan kebahagiaan manusia mustahil sama dengan kenikmatan jasmani hewan. Keenam, para malaikat lebih mulia dari hewan. Para malaikat tidak makan dan tidak minum. Kesempurnaan Allah, Sang Pencipta, juga tidak terletak sama sekali pada hal-hal yang terkait dengan kebutuhan jasmani. Kemuliaan Allah terletak bukan pada kebutuhan jasmani. Dalam hadis disebutkan supaya berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah.

Tentunya memperbanyak kebajikan, memperbanyak kebijaksanaan akan menjadikan akhlak terpuji. Kemuliaan manusia bukan dengan memperbanyak makan dan minum. Ketujuh, siapapun yang menyatakan kebahagiaan terletak pada kenikmatan jasmani, jika melihat orang yang berpuasa, menahan diri dari makan, minum dan hawa nafsu, maka orang yang berpuasa tersebut akan dinilai sebagai seorang yang memiliki aura spiritual yang tinggi. Namun sebaliknya, jika seseorang menyibukkan dirinya hanya dengan makanan, hubungan seks, dan mengabaikan ibadah, ilmu pengetahuan, maka ia akan dinilai sebagai orang yang rendah. Ini menunjukkan kenikmatan jasmani bukanlah kenikmatan yang mulia. Kedelapan, jika segala sesuatu pada dirinya adalah kesempurnaan dan kebahagiaan, maka seseorang tidak akan malu untuk menunjukkannya.

Orang tersebut justru bangga jika dapat merealisasikannya dan sukses mengerjakannya. Namun, kita tahu orang yang berilmu tidak akan bangga dengan makanannya, dan menceritakan kepada publik hubungan seks yang dilakukannya, dan ia tidak akan bangga menghabiskan waktunya dengan hal-hal sedemikian. Ini sekali lagi menunjukkan kenikmatan jasmani bukanlah sesuatu yang menyebabkan kepada kebahagiaan dan kesempurnaan. Kesembilan, hewan yang kerjanya hanya makan dan minum serta malas untuk berlatih, maka ia akan dijual murah. Sebaliknya, hewan yang makan dan minum serta mau berlatih keras, maka akan dijual dengan harga yang tinggi. Kuda yang ramping, berlari kencang, lebih malah dibanding kuda yang gemuk dan malas untuk berjalan. Jika kuda saja yang berlatih dihargai dengan yang lebih mahal, apalagi kepada makhluk hidup yang berakal jika ia berlatih, berkerja dan melakukan kebajikan? Kesepuluh, penduduk yang tinggal sangat jauh dari keramaian, dari kemajuan zaman, dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penduduk tersebut dianggap lebih rendah dari penduduk yang terbiasa dengan kemajuan sains dan teknologi. Ini menunjukkan jika kesempurnaan diraih bukan dengan makan, minum dan hubungan seksual, namun dengan ilmu pengetahuan dan memiliki sifat-sifat baik yang mulia.

Kenikmatan Jasmani Tercela
Setelah membahas panjang lebar tentang kenikmatan ruhani atau kebahagiaan jiwa lebih tinggi dari kenikmatan jasmani, Fakhruddin ar-Razi bahkan menunjukkan kenikmatan jasmani itu adalah tercela.  Sebabnya, kenikmatan jasmani itu hakikatnya bukanlah kenikmatan yang sebenarnya. Makan nikmat karena menghilangkan lapar. Berpakaian nikmat karena menutupi tubuh dari rasa dingin dan panas. Kenikmatan jasmani hadir karena melindungi tubuh dari rasa lapar, dingin dan panas.

Namun, kenikmatan jasmani yang bukan lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, akan menjadi tercela jika berlebihan. Jika sesorang terus-menerus makan, maka justru ia merasa sakit perut. Begitu juga jika seseorang melakukan hubungan seks secara berterusan, maka ia akan merasakan kenyerian, bukan kenikmatan. Ini menunjukkan kenikmatan jasmani itu tidak mengandung kebaikan kecuali fungsinya hanya untuk memenuhi kebutuhan. Bagi Fakhruddin ar-Razi, kenikmatan jasmani bertentangan dengan esensi kemanusiaan.

Jika manusia disibukkan hanya dengan kenikmatan jasmani, maka daya spiritualitas rendah dan intelektualitasnya menjadi tertutup. Dirinya akan tetap diliputi dengan nafsu kebinatangan, bukan dengan kemanusiaan. Padahal esensi kemanusiaan yang sebenarnya adalah menyibukkan dirinya kepada Allah, Yang Maha Agung, supaya ia menyembah-Nya, mencintai-Nya dengan sepenuh jiwa raganya. Kesibukan dengan kenikmatan duniawi akan menghalanginya dari beribadah dan mengingat-Nya. Cinta kepada kenikmatan jasmani akan menghalanginya untuk meraih Cinta kepada Sang Khalik. Pemikiran Fakhruddin ar-Razi tentang konsep manusia yang mulia sungguh sangat inspiratif.

Di tengah-tengah budaya kuliner, hedonis, materialis, pornoaksi dan pornografi, pemikirannya mengingatkan kita bahwa kenikmatan ruhani, kebahagiaan jiwa, meraih ilmu pengetahuan, melakukan ibadah, menjauhi kemaksiatan, melakukan kebajikan dan mencintai Allah dengan segenap jiwa dan raga, adalah esensi kemanusiaan. Sebaliknya, mengikuti hawa nafsu dengan memperbanyak kenikmatan jasmani sungguh akan menjauhi manusia dari Sang Pencipta-Nya. [Red. AA]

Tags: Fakhruddin ar-Razi
Share246Tweet154Send
Previous Post

Waktu Terbaik Mengenalkan Aturan pada Anak

Next Post

Salju Turun di Arab Saudi

Adnin Armas

Adnin Armas

Pendiri INSISTS, Inisiator MIUMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result