10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 28 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Buku

Manusia Mulia Menurut Fakhruddin Ar-Razi

dalam karyanya Kitab an-Nafs wa ar-Ruh wa Syarh Quwahuma

Adnin Armas by Adnin Armas
19 January 2020
in Buku
0
Tafsir Al Kabir ly Imam Al-Fajr Al Razi

Ilustrasi

“Manusia mulia adalah manusia yang mengutamakan Wahyu dan akalnya dibanding mengikuti hawa nafsunya,” demikian ungkap Fakhruddin ar-Razi dalam karyanya Kitab an-Nafs wa ar-Ruh wa Syarh Quwahuma (Buku Mengenai Jiwa dan Ruh dan Komentar terhadap Kedua Potensinya).

Menurut Fakhruddin ar-Razi, seorang ulama-intelek yang berwibawa (m. 610 H/ 1210 M) manusia memiliki hawa nafsu dan tabiat yang selalu menggiringnya untuk memiliki sifat-sifat yang buruk. Namun, jika manusia lebih mengutamakan Wahyu dan akal dibanding hawa nafsunya, maka sungguh manusia itu menjadi mulia.

Bagi Fakhruddin ar-Razi, kebahagiaan jiwa atau kenikmatan ruhani lebih tinggi martabatnya dibanding kebahagiaan fisik atau kenikmatan jasmani, seperti kuliner, hubungan seks dan keinginan memiliki materi. Argumentasi Fakhruddin ar-Razi sebagai berikut: Pertama, sekiranya kebahagiaan manusia itu terkait dengan hawa nafsu dan mengikuti amarah, maka hewan-hewan tertentu seperti singa yang lebih kuat nafsu amarahnya dan burung yang lebih kuat kemampuan hubungan seksnya dari manusia, maka hewan tersebut akan lebih tinggi martabatnya dibanding manusia. Namun, kenyataannya kan tidak demikian. Kedua, sekiranya makan atau kuliner atau hubungan seks menjadi sebab bagi diraihnya kebahagiaan dan kesempurnaan, maka seseorang yang setiap hari terus menerus memperbanyak makan atau kuliner, maka orang tersebut akan menjadi manusia paling sempurna atau paling bahagia.

Namun, jika seseorang setiap hari terus menerus makan dalam jumlah kuantitas yang banyak, justru akan membahayakan dirinya. Jadi, sebenarnya makan fungsinya sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmani, bukan menjadi penyebab kepada kebahagiaan ataupun kesempurnaan. Ketiga, manusia sebagaimana hewan merasakan kenikmatan saat makan dan minum. Jika makan menjadi sebab kepada kebahagiaan, maka manusia tidak akan menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding hewan. Bahkan manusia bisa lebih rendah dari hewan jika kebahagiaan manusia diidentikkan dengan kenikmatan jasmani. Sebabnya, manusia dengan akalnya menyadari jika kenikmatan jasmani tidaklah sempurna. Sedangkan hewan, tidak bisa menyadarinya karena hewan tidak bisa berpikir tatkala sedang dalam kenikmatan jasmani. Keempat, kenikmatan jasmani sejatinya bukanlah kenikmatan yang sebenarnya. Seseorang yang sangat lapar, maka ia akan merasakan nikmat sekali jika bisa makan.

BACA JUGA

Gerakan Literasi Sirah Nabawiyah ‘Semua Membacanya 2025’ Teguhkan Keteladanan Rasulullah Lintas Generasi

Bedah Buku “Panduan Melawan Tirani”, ReneTuros Undang Feri Amsari

Ilmu, Seni, dan Etika Debat Ilmiah dalam Islam

Freemasonry dan Teosofi

Islamic Science

Sebaliknya, seseorang yang sedikit laparnya, sedikit pula rasa nikmatnya ketika ia makan. Seseorang berpakaian karena pakaian tersebut menyelimutinya dari rasa dingin dan rasa panas. Jadi, kenikmatan jasmani seperti makan sejatinya adalah menghindari dari rasa lapar. Kenikmatan jasmani seperti berpakaian sejatinya adalah menghindar dari rasa dingin dan rasa panas. Jadi, kenikmatan jasmani bukanlah kenikmatan yang sesungguhnya. Kebahagiaan jiwa bukanlah kenikmatan jasmani. Kelima, manusia layaknya hewan, makan, minum, tidur, melakukan hubungan seks, dan menyakiti yang lain. Namun, manusia lebih mulia dari hewan. Jika demikian, maka kesempurnaan dan kebahagiaan manusia mustahil sama dengan kenikmatan jasmani hewan. Keenam, para malaikat lebih mulia dari hewan. Para malaikat tidak makan dan tidak minum. Kesempurnaan Allah, Sang Pencipta, juga tidak terletak sama sekali pada hal-hal yang terkait dengan kebutuhan jasmani. Kemuliaan Allah terletak bukan pada kebutuhan jasmani. Dalam hadis disebutkan supaya berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah.

Tentunya memperbanyak kebajikan, memperbanyak kebijaksanaan akan menjadikan akhlak terpuji. Kemuliaan manusia bukan dengan memperbanyak makan dan minum. Ketujuh, siapapun yang menyatakan kebahagiaan terletak pada kenikmatan jasmani, jika melihat orang yang berpuasa, menahan diri dari makan, minum dan hawa nafsu, maka orang yang berpuasa tersebut akan dinilai sebagai seorang yang memiliki aura spiritual yang tinggi. Namun sebaliknya, jika seseorang menyibukkan dirinya hanya dengan makanan, hubungan seks, dan mengabaikan ibadah, ilmu pengetahuan, maka ia akan dinilai sebagai orang yang rendah. Ini menunjukkan kenikmatan jasmani bukanlah kenikmatan yang mulia. Kedelapan, jika segala sesuatu pada dirinya adalah kesempurnaan dan kebahagiaan, maka seseorang tidak akan malu untuk menunjukkannya.

Orang tersebut justru bangga jika dapat merealisasikannya dan sukses mengerjakannya. Namun, kita tahu orang yang berilmu tidak akan bangga dengan makanannya, dan menceritakan kepada publik hubungan seks yang dilakukannya, dan ia tidak akan bangga menghabiskan waktunya dengan hal-hal sedemikian. Ini sekali lagi menunjukkan kenikmatan jasmani bukanlah sesuatu yang menyebabkan kepada kebahagiaan dan kesempurnaan. Kesembilan, hewan yang kerjanya hanya makan dan minum serta malas untuk berlatih, maka ia akan dijual murah. Sebaliknya, hewan yang makan dan minum serta mau berlatih keras, maka akan dijual dengan harga yang tinggi. Kuda yang ramping, berlari kencang, lebih malah dibanding kuda yang gemuk dan malas untuk berjalan. Jika kuda saja yang berlatih dihargai dengan yang lebih mahal, apalagi kepada makhluk hidup yang berakal jika ia berlatih, berkerja dan melakukan kebajikan? Kesepuluh, penduduk yang tinggal sangat jauh dari keramaian, dari kemajuan zaman, dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penduduk tersebut dianggap lebih rendah dari penduduk yang terbiasa dengan kemajuan sains dan teknologi. Ini menunjukkan jika kesempurnaan diraih bukan dengan makan, minum dan hubungan seksual, namun dengan ilmu pengetahuan dan memiliki sifat-sifat baik yang mulia.

Kenikmatan Jasmani Tercela
Setelah membahas panjang lebar tentang kenikmatan ruhani atau kebahagiaan jiwa lebih tinggi dari kenikmatan jasmani, Fakhruddin ar-Razi bahkan menunjukkan kenikmatan jasmani itu adalah tercela.  Sebabnya, kenikmatan jasmani itu hakikatnya bukanlah kenikmatan yang sebenarnya. Makan nikmat karena menghilangkan lapar. Berpakaian nikmat karena menutupi tubuh dari rasa dingin dan panas. Kenikmatan jasmani hadir karena melindungi tubuh dari rasa lapar, dingin dan panas.

Namun, kenikmatan jasmani yang bukan lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, akan menjadi tercela jika berlebihan. Jika sesorang terus-menerus makan, maka justru ia merasa sakit perut. Begitu juga jika seseorang melakukan hubungan seks secara berterusan, maka ia akan merasakan kenyerian, bukan kenikmatan. Ini menunjukkan kenikmatan jasmani itu tidak mengandung kebaikan kecuali fungsinya hanya untuk memenuhi kebutuhan. Bagi Fakhruddin ar-Razi, kenikmatan jasmani bertentangan dengan esensi kemanusiaan.

Jika manusia disibukkan hanya dengan kenikmatan jasmani, maka daya spiritualitas rendah dan intelektualitasnya menjadi tertutup. Dirinya akan tetap diliputi dengan nafsu kebinatangan, bukan dengan kemanusiaan. Padahal esensi kemanusiaan yang sebenarnya adalah menyibukkan dirinya kepada Allah, Yang Maha Agung, supaya ia menyembah-Nya, mencintai-Nya dengan sepenuh jiwa raganya. Kesibukan dengan kenikmatan duniawi akan menghalanginya dari beribadah dan mengingat-Nya. Cinta kepada kenikmatan jasmani akan menghalanginya untuk meraih Cinta kepada Sang Khalik. Pemikiran Fakhruddin ar-Razi tentang konsep manusia yang mulia sungguh sangat inspiratif.

Di tengah-tengah budaya kuliner, hedonis, materialis, pornoaksi dan pornografi, pemikirannya mengingatkan kita bahwa kenikmatan ruhani, kebahagiaan jiwa, meraih ilmu pengetahuan, melakukan ibadah, menjauhi kemaksiatan, melakukan kebajikan dan mencintai Allah dengan segenap jiwa dan raga, adalah esensi kemanusiaan. Sebaliknya, mengikuti hawa nafsu dengan memperbanyak kenikmatan jasmani sungguh akan menjauhi manusia dari Sang Pencipta-Nya. [Red. AA]

Tags: Fakhruddin ar-Razi
Share248Tweet155Send
Previous Post

Waktu Terbaik Mengenalkan Aturan pada Anak

Next Post

Salju Turun di Arab Saudi

Adnin Armas

Adnin Armas

Pendiri INSISTS, Inisiator MIUMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result