Rabat, Gontornews – Ahad (5/7), Maroko melaporkan tambahan 698 infeksi coronavirus. Ini merupakan kasus harian tertinggi sejak wabah dimulai pada awal Maret.
Kementerian Kesehatan Maroko menyebutkan, dengan penambahan itu maka jumlah total resmi infeksi di kerajaan Afrika Utara itu menjadi 14.132 dan jumlah kematian 234.
Mayoritas infeksi baru terdeteksi di pabrik pengalengan ikan di kota pelabuhan selatan, Safi.
Kota itu dikarantina pada Sabtu malam hingga Ahad dan sekitar 300.000 penduduknya diisolasi total.
Maroko, dengan populasi sekitar 35 juta, mengurangi pembatasan terkait virus pada 25 Juni, membuka kembali kafe, restoran, hotel, dan aula olahraga. Pariwisata domestik dan perjalanan antarkota dibuka kembali.
Pihak berwenang sebelumnya pada bulan Juni mulai mengangkat langkah-langkah kuncian untuk memerangi penyebaran pandemi coronavirus yang mulai diterapkan pada pertengahan Maret.
Namun, keadaan darurat kesehatan masyarakat telah diperpanjang hingga 10 Juli, pemakaian masker menjadi kewajiban dan perbatasan akan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Setengah lusin kota tetap dengan pembatasan ketat karena wabah virus “terkait pekerjaan”, terutama di bagian barat negara itu. Di sana ratusan kasus terdeteksi di pertanian stroberi pada Juni. []






















