Komotini, Gontornews — Masjid-masjid di Yunani telah memulai kembali aktivitasnya sebagai bagian dari proses normalisasi menyusul keputusan pemerintah untuk mengurangi pembatasan akibat coronavirus. Walau begitu, para jamaah diharuskan untuk menaati aturan jarak sosial.
Hurriyetdailynews.com merilis, sebagian besar masjid dibuka kembali pada 16 Mei malam dengan melaksanakan shalat Tarawih, selama bulan suci Ramadhan.
Yunani merupakan salah satu negara Eropa pertama yang memerintahkan penutupan sekolah, bar, kafe, restoran, klub malam, pusat kebugaran, mal, bioskop, toko ritel, museum, situs arkeologi, dan hotel. Yunani menerima banyak pujian untuk tindakan ini.
Masjid telah ditutup selama hampir dua bulan sebagai bagian dari upaya untuk membendung penyebaran coronavirus.
“Malam ini, kami melakukan shalat Tarawih berjamaah, meskipun dengan partisipasi terbatas karena langkah-langkah itu,” kata Sadik Sadik, presiden Masjid Thrace Barat dan Asosiasi Pejabat Agama, kepada kantor berita Anadolu.
“Kami melaksanakan shalat berjamaah di masjid-masjid kami,” kata Sadik.
Ia, menambahkan, “Semoga negara kami dan dunia akan menyingkirkan pandemi ini secepat mungkin dan kembali ke kehidupan normal.”
“Merupakan tanggung jawab kita untuk mengambil tindakan terhadap wabah COVID-19 yang mengancam dunia,” sambung anggota parlemen Hüseyin Zeybek, anggota minoritas Muslim Turki di Thrace Barat.
Pembukaan kembali masjid-masjid menyebabkan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat minoritas, Zeybek menambahkan.
Yunani telah memasuki fase kedua dari pembatasan-pembatasan penguncian bertahap yang diperkenalkan pada awal Maret untuk menahan penyebaran virus.
Negara ini saat ini memiliki 2.834 COVID-19 kasus dengan angka kematian 163.
Berasal dari Wuhan, Cina, Desember lalu, COVID-19 telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini merupakan negara terparah terserang COVID-19. []



















