pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 24 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Matinya Pedesaan di Jepang

Oleh: M. Chairul Arifin (Purnabakti Kementerian Pertanian RI)

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
4 years ago
in Kolom
0
Matinya Pedesaan di Jepang

Tahun 2003, saya berkunjung ke Jepang untuk yang kedua kalinya.. Kunjungan saya sebagai Senior Official Directotate General. of Livestock Services sebagi bagian dari berbagai proyek kerjasama tehnis Indonesia-Jepang di bidang peternakan dan kesehatan hewan dibawah JICA Japan International Cooperation Agency.

Kunjungan saya berlangsung selama dua minggu dan saya diminta meninjau dan berdiskusi dengan banyak pihak yang merumuskan kebijakan pembangunan pertanian di Jepang didampingi seorang penterjemah.

Salah satu obyek menarik yang saya kunjungi adalah Prefektur Oita tempat lahirnya konsep One Village One Product (OVOP) yang dicetuskan oleh Prof Morihiko Hiramatsu seorang Gubernurnya di tahun 1980. Konsep ini kemudian banyak diadopsi banyak negara termasuk Indonesia. Akhirnya berlombal lomba UMKM Indonesia di desa menunjukkan keunggulan potensi desa dan wilayahnya.

Apa yang terjadi sekarang di Jepang

BACA JUGA

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

Jepang, negeri Matahari Terbit itu telah lupa kepada pertumbuhan penduduknya sendiri. Tanpa disadarinya pertumbuhan penduduk Jepang menurun terus. Data yang ada menunjukkan adanya penurunan penduduk Jepang di tahun 2021, minus 0,5 persen. Penutunsn ini erat kaitannya dengan semakin maju dan lengkapnya pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan, pangan bergizi yang berdampak pada semakin tingginya usia harapan hidup orang Jepang. Usia harapan hidup (life expectancy) menjadi 87 tahun untuk wanita dan 81tahun untuk pria saat ini (2022 menurut Kementrian Kesehatan Jepang)

Perkembangan selanjutnya menyebabkan tingginya penduduk centerinarian yaitu penduduk yang berusia diatas 100 tahun.. Jumlahnya tak tanggung tanggung di tahun 2022, berjumlah 86.510 orang meningkat 6.060 orang sejak tahun 2020. Artinya 1 dari 1.450 orang Jepang berusia 100 tahun atau gambaran demografi nya aging population . Angka kelahiran yang rendah dan meningkatnya orang tua di Jepang serta semakin tingginya urbanisasi itulah gambaran Jepang masa kini dan masa depannya. Sehingga Perdana Mentrinya
Funio Kishida mewanti wanti kalau terus terjadi fenomena ini maka akhirnya Jepang akan kehilangan indentitas.



Dampak Lanjutan

Hilangnya identitas seperti dikatakan oleh PM Dunia Kishida diakibatkan utamanya karena semakin turunnya angka kelahiran di Jepang telah berdampsk pada kehidupan di pedesaan dengan banyaknya sekolah tingkat SD dan SMP yang tutup.ksrena tidak ada muridnya. Dilaporkan bahwa setiap tahunnya 450 sekolah tutup dan mayoritas ada di pedesaan. Pedesaan benar benar kekurangan penduduk usia 18.tahun ke bawah.

Mereka terpaksa melakukan urbanisasi.kekota besar lainnya selepas pendidikan dasar SD dan SMP untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggit dan tidak mau kembali ke desa asalnya. Memilih meniti karier di kota. Tingkat urbanisasi yang tinggi menyebabkan desa kekurangan tenaga produktif dan menyebabkan desa Jepang menjadi sepi.

Desa yang terbengkalai

Pilihan karier atau keluarga, selanjutnya menjadi isu yang pelik bagi penduduk Jepang. Kalau memilih berkeluarga generasi muda Jepang berkeberatan karena harus menanggung biaya yang tidak sedikit untuk keluarganya selain stress karena pekerjaan. Memilih karier dituntut jam kerja yang panjang. Akhirnya mereka lebih memilih karier dari pada keluarga

Akibatnya mereka sudah lupa ke desa asalnya karena tuntutan kehidupan yang komplek dan keras di tempat kerja. Desa semakin sepi karena di tinggal. Sekolah pada ditutup, tidak ada murid baru karena kelahiran zero. Malahan rumah dibiarkan rusak dan tanah pertaniannya dibiarksn merana terbengkalai. Kalau ada tanah warisan, mereka enggan kembali karena biaya yang dinilai tinggi dan tidak produktif. . Desa sepi dari suara cerianya anak anak.

Banyak desa di Jepang berubah fungsi menjadi desa wisata museum atau gallery dan pusat kerajinan

Pelajaran untuk Indonesia

Di tahun 2003 ketika saya di Jepang, program OVOP gencar di gaungksn oleh pemerintah Jepang tetapi belum memperhitungkan dampak perubahan demografi dan budaya Jepang yang akan timbul yang ternyata menghilangkan potensi specfik desa Jepang. Walaupun ide ini sangat baik, tetapi kalau sampai terjadi hilangnya identitas bangsa seperti yang diucapkan sendiri oleh Perdana Menteri Jepang tentunya tidak kita kehendaki.

Diperlukan kebijaksanaan yang holistik antara kebijakan tehnis, sosial budaya, ekonomi termasuk arah kependudukan. Menghilangkan salah satu aspek saja dapat menimbulkan dampak yang tidak diharapkan Mari kembali ke desa dengan menjadikan desa sebagai tulang punggung ekonomi bangsa ini dengan segala pernak pernik sosial ekonominya. Tantangan buat generasi milenial dan zelenial Indonesia.

Share46Tweet29Send
Previous Post

IKJH 2022 Capai 90, Waket MPR: Pertahankan yang Terbaik

Next Post

Produk dan Jasa Keuangan Syariah untuk Penyandang Disabilitas Perlu Dihadirkan

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

0
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

0
Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

0
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

0
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

0
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

23 October 2026
PKS: Berkontestasi Politik Harus Siap Menang dan Siap Kalah

Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan, HNW Apresiasi SR dan Perkembangan Peserta Didik

23 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

23 October 2026
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

22 October 2026
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

22 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result