Kyiv, Gontornews – Maxar Technologies sebuah perusahaan berbasis di Amerika Serikat mengatakan gambar satelit telah menunjukkan jika konvoi tentara Rusia yang berada di dekat Kyiv sudah mulai bubar dan telah berpindah ke kota-kota dan hutan-hutan yang berada di dekatnya.
“Beberapa kendaraan telah pindah ke hutan,” jelas Maxar melaporkan.
Maxar Technologies juga mengatakan citra satelit yang diambil pada Kamis (10/3) menunjukkan bahwa jalur kendaraan, tank dan artileri sepanjang 64 km (40 mil) telah putus dan telah dipindahkan. Gambar-gambar tersebut menunjukkan unit-unit lapis baja bermanuver menuju kota-kota sekitarnya, di antaranya berada dekat dengan bandara Antonov, barat laut Kyiv.
Maxar menambahkan bahwa gambar juga menunjukkan elemen konvoi berjalan lebih jauh ke utara dan telah diposisikan ulang berada dekat Kota Lubyanka. Di mana howitzer artileri yang ditarik berada dalam posisi menembak di dekatnya.
Imran Khan dari Aljazeera melaporkan langsung dari Kyiv, mengatakan kendaraan yang konvoi tersebut telah merubah posisi namun belum diketahui alasan jelasnya. Kemungkinan sedang dipindahkan atau memang sedang mengamankan jalu pasokan lantaran dilaporkan bahwa pasukan tengah mengalami kekurangan makanan dan bahan bakar.
“Kami tidak tahu apakah mereka pindah ke bagian lain untuk memperkuat serangan lain atau apakah mereka tengah mencoba mengamankan jalur pasokan untuk masuk ke Kyiv dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah perubahan taktik yang signifikan jika mereka memindahkannya ke tempat lain tetapi jika mereka memasoknya kembali, itu bisa menunjukkan bahwa mereka akan benar-benar melakukan serangan ke Kyiv,” lapornya dikutip Aljazeera.com.
Sementara itu, beberapa analis mengatakan pekan ini Rusia secara bertahap sedang mengatasi masalah logistik dan mempersiapkan serangan darat ke ibukota.
Sebelumnya, Institut Studi Perang, Rabu (9/3) mengatakan pasukan Rusia terus berkonsentrasi di pinggiran timur, barat laut dan barat Kyiv untuk menyerang ibukota Ukraina dalam 24-96 jam mendatang.
Penempatan kembali konvoi itu terjadi di tengah laporan bahwa pasukan Rusia telah mencapai tepi timur laut Kyiv, di mana pinggiran kota termasuk Irpin dan Bucha telah mengalami pengeboman berat selama berhari-hari.
Konflik yang telah berlangsung kurang lebih 15 hari itu telah menewaskan dan melukai ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa setidaknya 2,3 juta orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, sementara 1,9 juta lainnya telah mengungsi.[Devi]
























