Pontianak, Gontornews — Hakikat media sosial adalah madaniyah (produk ilmu pengetahuan dan teknologi). Madaniyah ini bersifat umum, siapa pun boleh menggunakannya selama tidak diarahkan oleh pemikiran tertentu.
Jika pemikiran itu berlandaskan akidah Islam, madaniyah tersebut akan digunakan semata dalam rangka ibadah dan ketaatan kepada Allah Taala. Namun, jika madaniyah itu disetir oleh pemikiran sekuler produk ideologi kapitalisme, madaniyah itu akan diisi pula oleh konten-konten beracun produk mereka yang tentunya akan menghancurkan generasi muda Muslim. Ini karena penggunaan madaniyah tersebut melawan fitrah penciptaan yang mengharuskan adanya keterikatan pada aturan Allah Ta’ala.
“Inilah latar belakang media sosial bisa menjadi pedang bermata dua, menyebabkan kecanduan, dan menimbulkan gangguan mental akibat tidak digunakan sebagaimana mestinya,” terang aktivis dakwah, Sri Wahyuni Indawati SPd MPd AIFMO-P AIFMO-U CHTc CNLPTc CPS itu.
Oleh sebab itu, lanjut Pembina Kuliah WhatsApp bidang Parenting, Keluarga dan Pendidikan di Smart Islamic Parenting 2019 ini, agar media sosial sejalan dengan fitrah penciptaan manusia, hendaknya diisi dan digunakan sebagai sarana dakwah Islam.
Allah Ta’ala berfirman, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim?” QS. Fushshilat [41]: 33.
Fenomena saat ini, keberadaan medsos juga sering dijadikan sebagai tempat untuk menyebarkan beragam informasi dan ilmu pengetahuan agama. Biasanya banyak diantara kita, khususnya orang-orang tua yang lebih cenderung lebih menyukai dakwah terkait ibadah mahdhah.
Namun selalu diingatkan juga, karena terkadang ada tulisan/konten yang ternyata haditsnya palsu, hoax, penipuan, dan lainnya. Sebagai sesama Muslim kita harus sabar memberikan edukasi ke masyarakat khususnya terkait hal tersebut.
“Minimal yang dishare terkait ibadah mahdhah itu memenuhi beberapa hal, sumber haditsnya jelas dan sumber referensinya jelas,” tutup Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Insantama Pontianak tahun 2018 itu kepada Gontornews.com dalam seminar yang diselenggarakan oleh komunitas One Day One Juz. [Edithya Miranti]






















