Kota Gaza, Gontornews β Perundingan gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina yang dipimpin Hamas di Jalur Gaza diadakan hingga Sabtu (222/5) ketika para pejabat mengatakan mediator Mesir berunding dengan pihak-pihak untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang.
Gencatan senjata dimulai sebelum fajar pada hari Jumat, mengakhiri 11 hari serangan lintas batas yang menyebabkan kehancuran baru di Gaza, mengguncang Israel dan meningkatkan kekhawatiran internasional tentang konflik regional yang lebih luas.
Mesir, yang menengahi penghentian pertempuran dengan dukungan AS, mengirim delegasi ke Israel sekitar tengah hari pada hari Jumat untuk membahas cara-cara memperkuat gencatan senjata, termasuk dengan bantuan untuk Palestina di Gaza, kata pejabat Hamas.
Sejak itu delegasi telah bolak-balik antara Israel dan Gaza, dan pembicaraan berlanjut pada hari Sabtu, kata para pejabat dikutip Arabnews.com.
Meskipun ada konfrontasi antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina di Masjidil Aqsha Yerusalem pada hari Jumat, tidak ada laporan peluncuran roket Hamas dari Gaza atau serangan militer Israel di daerah kantong tersebut pada Sabtu pagi.
Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa Washington akan bekerjasama dengan PBB dalam membawa bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi ke Gaza, dan pengamanan terhadap dana yang digunakan untuk mempersenjatai Hamas, yang oleh Barat dianggap sebagai kelompok teroris.
Pejabat medis Gaza menyebutkan korban tewas Palestina akibat serangan udara dan artileri Israel mencapai 248, termasuk 66 anak-anak.
Sementara Israel mengatakan pasukannya menewaskan lebih dari 200 pejuang Hamas dan Jihad Islam, dan setidaknya 17 kematian warga sipil di Gaza disebabkan oleh roket pejuang yang gagal.
Sedangkan serangan Palestina menewaskan 13 orang di Israel, termasuk dua anak, seorang tentara dan tiga pekerja asing, kata petugas medis. []





















