15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 3 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Memaknai Kembali Perintah Hijrah

Asep Sobari, Lc, Direktur Eksekutif Institut of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Indonesia, Pendiri Siroh Community Indonesia (SCI)

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 July 2023
in Wawancara
0
Foto: wakafa

Dalam memaknai hijrah, seseorang perlu memahami dasar dan asal-usulnya. Terkadang, banyak masyarakat yang menganggap hijrah hanya terbatas pada persoalan fisik saja. Alasannya, hijrah hanya terbatas pada pelaksanaan hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah. Padahal, hijrah memiliki cakupan makna yang sangat luas.

Hijrah merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang hadir dalam bentuk “konsep” yang lantas dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dalam keseharian beliau sebagai suri teladan atau uswatun hasanah.

Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, menjelaskan bahwa perintah hijrah, untuk pertama kali, muncul dari surat Al-Mudatsir ayat 5 yang berbunyi: “Warrujza Fahjur” yang berarti “Tinggalkanlah segala bentuk perbuatan keji (kaum jahiliyah)”. Karenanya, pria yang mengemban amanah sebagai Direktur Eksekutif Institut of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) mengatakan bahwa ayat tersebut bersifat imunitas bagi Rasulullah SAW.

“Pelaksanaan perintah warrujza fahjur itu lebih kepada aspek nonfisik. Perintah ini bersifat abstrak dan sangat maknawi. Jadi, perintah itu merupakan upaya untuk membangun imunitas dalam menyebarkan risalah Allah SWT. Perintah itu dilakukan agar risalah yang disampaikan betul-betul risalah keislaman. Kamu jaga kemurnian risalahnya dan jangan sampai kamu terkontaminasi dan terkotori (dengan perilaku jahiliyah),” ucap Ustadz Asep saat ditemui Majalah Gontor di Rumah Sirah Depok.

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancarai alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1994 itu. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana Anda memaknai kata hijrah?

Makna hijrah itu luas. Hijrah tidak terbatas pada perilaku fisik. Saat kita ingin memahami makna hijrah, kita perlu memahami dan mengetahui dasar dan asal usul hijrah itu sendiri. Dalam artian, kita perlu menggabungkan makna hijrah sebagai konsep Al-Qur’an dan hijrah dalam konteks pelaksanaan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Alasannya jelas, karena konsep dasar hijrah bersumber dari Al-Qur’an dan itu bersifat mutlak serta Rasulullah, sebagai uswatun hasanah, memainkan peran penting dalam memahami makna hijrah sampai kapan pun.

Oleh karena beliau diposisikan sebagai uswatun hasanah, secara tidak langsung, hijrah telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan Rasulullah SAW. Laqod kāna lakum fi rasulillah uswatun hasanah. Artinya, relevansi pelaksanaan hijrah berlaku hingga hari kiamat.

Karenanya, upaya untuk terus menggali, mencari contoh serta menjadikan hijrah sebagai inspirasi untuk hari ini, jika tidak dibarengi pemahaman makna mendasar dari pelaksanaan hijrah Rasulullah SAW, maka akan sia-sia saja dan tidak akan mencapai titik ideal pemahaman makna hijrah. Bagi saya itu mutlak. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap hijrah Rasulullah SAW, pemaknaan hijrah hari ini tidak akan ideal. Itu poinnya.

Dari mana asal kata atau perintah hijrah?

Jangan lupa bahwa kemunculan istilah hijrah berasal dari Al-Qur’an. Bahkan, sebelum Rasulullah berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Dari segi urutan, kata hijrah muncul di awal sekali. Saat Rasulullah mulai berdakwah, kata itu sudah muncul. Di hari-hari pertama beliau dakwah, surat Al-Mudatsir itu, oleh para ulama, sebagai surat pertama yang menandai Rasulullah diutus sebagai Rasul, dalam arti mendapatkan perintah untuk menjalankan kerasulannya. Yā ayyuha al-muddatsir. Qum fa andzir. Bangkitlah dan sampaikanlah peringatan. Dakwah kan begitu, sampaikanlah peringatan kepada orang-orang. Sementara perintah ‘Iqra’ bersifat personal, pribadi. Setelah itu, warabbaka fakabbir, wa tsiyabaka fatahhir, warrujza fahjur. Fahjur itu fi’il amr (kata perintah) berarti perintah untuk hijrah. Bayangkan, pelaksanaan hijrah itu 13 tahun kemudian saat beliau hijrah ke Madinah.

Apakah hijrah harus dimaknai secara fisik?

Kata hijrah sudah diturunkan sejak awal dakwah. Karenanya, jelas dari awal bahwa hijrah itu, persoalan mendasarnya bukanlah masalah fisik atau pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negeri ke negeri lain. Masalahnya bukan di situ. Sehingga, jangan sampai disalahpahami bahwa hijrah terbatas hanya bersifat fisik saja. Sementara saat tidak ada kebutuhan fisik, apakah pelaksanaan hijrah juga terhenti? Itulah alasan mengapa hijrah tidak melulu dikaitkan dengan persoalan fisik semata.

Jadi kalau hari ini orang berpikir hijrah itu dalam arti secara otomatis pindah fisik, pindah lokasi, pindah tempat itu keliru. Tidak mesti. Ketika dibutuhkan, ketika ada kebutuhan medesak lakukan, tapi hijrah sendiri tetap harus dilakukan meskipun itu tidak dalam bentuk perpindahan fisik.

Apa fungsi hijrah bagi Rasulullah?

Kalau kita melihat dari rangkaian Surat Al-Mudatsir, saya melihat maknanya dalam rangka membangun imunitas. Tujuh ayat di surat Al-Mudatsir ini merupakan ayat pembekalan bagi seseorang untuk memulai aktivitas dakwah. Karena Rasulullah akan berhadapan dengan banyak orang dengan segala latar belakang dan permasalahan yang berbeda-beda, sementara objek dakwahnya masyarakat jahiliyah, maka sudah tentu, melalui ayat itu, Rasulullah diminta untuk membangun imunitas agar dirinya tidak terdampak dan terkontaminasi dengan tingkah laku kejahiliyahan seiring dengan pesentuhannya dengan masyarakat jahiliyah secara intensif.

Bagaimana Anda melihat peringatan tahun baru Islam?

Kalau itu tergantung kita dalam memaknai. Kita mau mengungkapkan kata hijrah dalam even apapun, dalam konteks apapun hari ini, kalau kita tidak memahami, konsep dan praktik hijrah Rasulullah SAW, ya kita tidak akan pernah bisa memaknai hijrah secara ideal dalam arti yang sesungguhnya. Nanti malah jadinya hijrah seremonial dalam bentuk kumpul-kumpul, ceramah-ceramah, dan hanya sebatas itu saja. Lalu hijrahnya bagaimana? Apalagi kalau kemudian peringatan tahun baru hijriyahnya hanya lebih ke entertain-nya. Oke, entertainment dalam arti masih berada pada batasan syariah. Tapi kalau hanya itu yang terjadi, lalu apa yang kemudian menjadi pembahasan kita: tahun ini kita punya agenda apa? Ketika masuk tahun baru hijriyah, agenda itu sejauhmana kita evaluasi pelaksanaannya? Pencapaiannya di mana? Apakah kemudian kita sudah bisa masuk ke agenda baru yang lebih tinggi atau jangan-jangan kita diam di situ saja. Ataukah kemudian ada penurunan, atau ada pelambatan dibanding dengan tahun sebelumnya. Itu harus kita lakukan. Karena hijrah itu kan intinya perubahan terus-menerus untuk menjadi lebih baik. Padahal hijrah itu, sampai ke titik, Al yawma akmaltu lakum dinukum wa atmamtu ‘alaykum ni’mati wa raḍhītu lakum islāma dīna.

Apa yang diperlukan seseorang untuk berhijrah?

Seseorang yang ingin betul-betul berhijrah harus mempelajari lebih dalam lagi apa itu makna hijrah. Jangan sampai merasa sudah mengambil keputusan hijrah lantas ia merasa sudah selesai tugasnya. Hijrah itu perlu diniatkan untuk berubah menjadi lebih baik secara terus-menerus dan itu tidak terbatas. []

Tags: Asep SobariHijrahsirah
Share46Tweet29Send
Previous Post

Demonstrasikan Miniatur Berorganisasi dalam Pemilihan Ketua Rayon

Next Post

Teliti Kepemimpinan Total Pesantren Berbasis Nilai-nilai Spiritual, Ustadz Awaluddin Faj Raih Gelar Doktor

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result