Jakarta, Gontornews — Majelis Taklim Wirausaha (MTW) menggelar pelatihan tentang membangun ekonomi umat Islam lewat wirausaha dengan melibatkan masjid. Acara berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, diikuti lebih dari 2.000 jamaah masjid, Sabtu (24/9).
Pimpinan MTW Valentino Dinsi menyampaikan ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya dari kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah, setidaknya ada tiga langkah awal yang dilakukan, yaitu membangun masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar dan mulai melakukan penguasaan pasar.
Saat ini, Valentino mencontohkan gebrakan negara Turki dalam memajukan perekonomian negaranya, Presiden Erdogan membangun perekonomian umat dengan memobilisasi 6,5 juta pengusaha dan mengirimkan mereka ke-93 negara untuk berkompetisi di dunia internasional.
“Ketika mereka berhasil, mereka memasukkan uang mereka ke Turki untuk membangun Turki,” ujarnya dalam jumpa pers di Aula Masjid Istiqlal, Sabtu (24/9).
Menurutnya, Indonesia bisa membangun perekonomian umat berbasis Masjid. Sayangnya, selama ini belum dilakukan bahkan tabu dibicarakan di dalam masjid.
“Inilah yang menyebabkan kami terpanggil untuk membangun ekonomi umat dengan menjadikan masjid sebagai basis utama pembinaan umat sebagaimana di zaman Rasulullah SAW,” ungkap Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) itu.
Valentino menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk membangun ekonomi umat berbasiskan masjid yang mencoba menyatukan umat Islam di bidang ekonomi agar umat dapat berperan kembali dalam membangun perekonomian dan mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi dari umat lainya.
Sementara itu Ketua Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustadz Jazir ASP, mengatakan masjid memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, namun potensi itu masih belum disentuh dengan baik oleh umat Islam.
Saat ini, tambah Ustadz Jazir, ada banyak masjid yang sudah menghasilkan keuntungan dari kegiatan ekonomi yang ada di masjid. Misalnya saja, masjid yang banyak ditemukan di pinggir jalan yang banyak dihampiri pengendara mobil.
Ia mengatakan, banyak masjid menyediakan segala fasilitas untuk keperluan jamaah yang datang ke masjid, mulai dari ruang inap, kamar mandi dengan air hangat, pijat, restoran dan lain sebagainya.
”Dari banyaknya jamaah yang datang berdampak pada pemasukan masjid,” katanya.
Banyaknya pengunjung yang datang ke masjid akan menjadi sebuah gerakan ekonomi untuk masjid dan lingkungan sekitarnya. [Fathurroji]





















