Jakarta, Gontornews — Pandemi virus corona tidak menghalangi para penerima beasiswa LPDP yang tergabung dalam PK 158 Kencana Mahardika menebar kebajikan untuk masyarakat. Secara daring (online) mereka menyelenggarakan pelatihan hidroponik “Kampung Hijau Lestari” di Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (28/11). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari warga RW 01 Kalibaru, Cilincing.
Kegiatan yang dikemas dalam Program Social Project ini dilakukan bekerjasama dengan Agrituner Initiative. Keduanya bertekad membangun Kampung Cilincing yang mandiri pangan dengan budidaya hidroponik.
Koordinator Program Harlino Nandha Prayudha mengatakan, pelatihan hidroponik ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai penanaman secara hidroponik demi mendorong warga mewujudkan Kampung Cilincing yang mandiri dalam sektor pangan.
Pelatihan diikuti oleh 18 peserta dari warga Kalibaru, Cilincing, dan PK 158 Kencana Mahardika. Materi pelatihan hidroponik meliputi dari persiapan awal penanaman, perawatan, hingga proses pemanenan tanaman dalam instalasi hidroponik.
Harlino menyebutkan, di era pandemi saat ini, pertanian di perkotaan menjadi tren masyarakat. “Tren hidup sehat dan aktivitas di rumah semakin meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, lahan yang sempit di perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk berkebun dengan sistem hidroponik. “Dengan berkebun kita dapat memenuhi kebutuhan untuk membantu menjamin ketahanan pangan masyarakat,” papar Master of Plant Science, Wageningen University, Belanda, itu.
Sementara itu Manager of Program Agrituner Initiative, Khairunnisa Ainun, mengatakan lahan yang sempit bukan alasan yang tepat untuk tidak mencoba kegiatan berkebun. Sebab, berbagai teknik dapat dilakukan untuk bisa menghadirkan kebun di lingkungan perkotaan yang padat, salah satunya dengan budidaya hidroponik.
Menurutnya, sistem hidroponik memiliki instalasi yang tidak terlalu memakan tempat. Bahkan bisa dilakukan secara vertikal.
Selain itu, budidaya secara hidroponik akan menghasilkan produk yang lebih bersih dan lebih cepat tumbuh. “Tanaman hasil hidroponik juga akan lebih sehat karena cenderung tidak meninggalkan residu kimia,” papar Khairunnisa.
Selain menambah keindahan dan kualitas hidup di perkotaan, lanjutnya, berkebun secara hidroponik di perkotaan bisa dijadikan peluang bisnis pertanian.
Harapan inilah yang diinginkan Sri (47), salah satu warga RW 01 Kalibaru, Cilincing.
Ia sangat antusias mengikuti pelatihan karena pelatihan hidroponik seperti ini baru baginya. “Semoga program hidroponik ini dapat terus berlanjut sehingga hasilnya bisa dipasarkan dan mampu membantu perekonomian warga di sini,” harapnya.
Pada kesempatan itu PK 158 Kencana Mahardika menyumbangkan lima instalasi hidroponik kepada warga RW 01 Kalibaru, Cilincing. []



















