Jakarta, Gontornews — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta takmir masjid dapat mempromosikan dan memfasilitasi penceramah-penceramah yang baik. Hal ini disampaikan Menag saat menerima pengurus Forum Silaturahmi Takmir Masjid (FSTM), di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Penceramah atau mubaligh yang baik menurut Menag antara lain mereka yang menyampaikan ajaran agama dengan cara yang sejuk dan damai. “Yang disampaikan seharusnya ilmu, yang sejauh dan damai. Jangan hanya menyampaikan emosi ataupun provokasi,” jelas Menag, Selasa (26/02).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua FSTM Ahmad Yani, serta pengurus FSTM Eko Fauzi, Asep Setiawan, Abu Bakar M Said, Zainal Abidin, Faizi, Fauzan Amin, Fahrozi, dan Mas’odi.
Di samping itu, menurut Menag, FSTM perlu mengidentifikasi mubaligh-mubaligh yang memiliki jalur keilmuan atau sanad yang jelas.
“Semangatnya adalah mempromosikan, memfasilitasi penceramah-penceramah yang baik,” kata Menag.
“Mari kita saling kasih informasi. Dai yang kita undang sanadnya harus jelas, karena belajar agama harus pakai sanad,” lanjutnya.
Ketua FSTM Ahmad Yani menyampaikan pembentukan FSTM berawal dari FGD yang diinisiasi oleh Koordinasi Dakwah Islam (KoDI) tahun lalu, dikarenakan adanya isu zona merah pada masjid dari berbagai penelitian.
“Awalnya ada 40 Kementerian/Lembaga dan BUMN yang tergabung, dan sampai sekarang sudah 80 lembaga yang tergabung dalam FSTM, sejak dibentuk pada 25 Oktober 2018 lalu,” kata Ahmad Yani.
Dijelaskan Ahmad Yani, forum ini dibentuk untuk menghimpun DKM Masjid Kementerian/Lembaga. “Ini agar lebih dapat diperhatikan, dan sekaligus menyamakan visi misi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial lainnya,” tutur Ahmad Yani. [fathurroji]






















