Karantina Penulis Serat Suluk Gontor yang digelar di Pesantren Teknologi Majapahit (PTM) Mojokerto baru saja usai dengan torehan progres yang luar biasa. Selama dua hari penuh dalam suasana malam penuh khidmat di PTM, Tim Etifaq Pro berkumpul untuk mempertajam interpretasi berbasis analisis isi terhadap manuskrip legendaris tersebut. Kegiatan ini menjadi momen krusial bagi sekitar 25 alumni Gontor angkatan Laviola 2000.
Didampingi langsung oleh Walikelas Laviola 2000 yang juga Kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustadz H Hanif Hafidz SAg, tim penulis membedah setiap fragmen riset yang telah dituangkan ke dalam narasi buku.
Diskusi berlangsung dinamis; setiap bab dikritisi secara detail demi memastikan akurasi dan kedalaman isi sebelum naskah final diajukan kepada Prof Dr KH Hamid Fahmi Zarkasyi MA.Ed MPhil.
Perjalanan intelektual ini bukanlah proses yang singkat. Tim Etifaq telah mendedikasikan waktu selama satu dekade terakhir—sejak manuskrip ini ditemukan di Perpusnas Jakarta pada 2016—untuk menggali referensi dan mencari benang merah sejarah.
Manuskrip ini diyakini sebagai dokumen tertua yang masih tersisa dari era Gontor Lama, tepatnya dari periode tahun 1800-an.
Demi menjaga kualitas dan orisinalitasnya, Tim Etifaq bersepakat untuk tidak memublikasikan hasil analisis ini ke khalayak luas hingga naskah dinyatakan sempurna dan mendapat tinjauan dari Prof Hamid.
Kehadiran buku ini nantinya bukan sekadar karya tulis biasa, melainkan sebuah kado takzim dari Alumni Gontor Laviola 2000.
Rencananya, karya monumental ini akan diluncurkan secara resmi pada puncak peringatan 100 Tahun Pondok Modern Gontor, bersanding dengan karya-karya terbaik alumni Gontor lainnya sebagai bukti estafet perjuangan literasi pesantren. []




















