Jakarta, Gontornews — Saat ini Inggris resmi di-lockdown oleh pemerintahnya, demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). WNI yang tinggal di Inggris termasuk mahasiswa yang sedang menempuh studinya di Inggris juga merasakan dampaknya.
Kepada Gontornews, dosen UNIDA Gontor yang sedang menempuh S3 nya di Kingston University London, Royan Ramdani Djayusman menceritakan kondisi London di tengah situasi lockdown saat ini.
“Bagi yang tidak/belum pulang (ke negaranya) tetap tinggal di Inggris dan mengikuti arahan pemerintah Inggris untuk tinggal di rumah, tidak keluar kecuali belanja bahan makanan pokok dan obat-obatan,” imbuhnya.
Menurutnya, setiap sudut tempat di Inggris terasa sepi, karena semua social gathering dilarang. “Masjid juga tidak buka. Shalat Jum’at sejak 27 Maret sudah tidak ada. Masjid tidak beroperasi, “jelasnya.
Lanjut Royan menjelaskan, semua warga diminta stay at home, dan work from home. Hanya pekerja di rumah sakit, rumah perawatan lansia, layanan publik, transportasi, polisi dan supermarket yang masih diperbolehkan bekerja.
Sementara bagi karyawan swasta perusahaan lain akan tetap diberikan gaji sebesar 80%, sampai dengan maksimal £2,500/bulan. Adapun wiraswasta (self employed) pemerintah akan mensubsidi 95% dari keuntungan bulanannya, sesuai yang tertulis dalam laporan pajak bulanan/tahunan setiap wiraswasta tersebut.
Terkait kegiatan selama Ramadhan dan Idul Fitri nanti, kata Royan, menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah Inggris, karena pemerintah akan mengevaluasi hasil dari kebijakan lockdown, pasca hari ke 21 bertepatan dengan 13 April. “Setelah itu akan dilihat dampak dari lockdown, jika semakin parah akan diperpanjang,” katanya.
Untuk diketahui, sebelumnya Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan lockdown selama 3 minggu. Lockdown yang mulai diterapkan pada Senin (23/3/2020) dikeluarkan setelah banyak warganya yang mengabaikan anjuran sebelumnya untuk mengurangi kontak sosial guna meminimalkan penularan virus.
Dilansir The Guardian seperti dikutip kompas, berikut 4 aturan utama di lockdown Inggris:
1.Dilarang keluar rumah kecuali belanja kebutuhan pokok, itu pun harus jarang dilakukan.
2. Hanya dibolehkan melakukan satu bentuk olahraga sehari di luar, seperti berlari atau bersepeda, baik sendiri atau dengan anggota rumah.
3. Boleh keluar rumah untuk membeli kebutuhan medis.
4. Boleh keluar rumah hanya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah.
Selain empat aturan itu, para warga tidak diizinkan keluar rumah selama tiga minggu ke depan. Larangan termasuk untuk bertemu teman, belanja kebutuhan yang tidak mendesak, dan perkumpulan orang dengan jumlah banyak. [Muhammad Khaerul Muttaqien]
























