Di era digital, hampir seluruh lapisan masyarakat menggunakan gadget, tak terkecuali anak-anak. Begitu banyak fasilitas hiburan yang ditawarkan menjadikan gadget semakin disukai anak, hingga mereka tak mau lepas darinya.
Saat ini gadget merupakan benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Ke mana pun kita pergi, gadget selalu dibawa.
Berbagai hal pun dapat selalu diakses dengan gadget. Karenanya, tak heran jika banyak orang mulai kecanduan memakainya.
Pengenalan gadget pada anak sebetulnya sah-sah saja, asalkan tetap dalam pengawasan orangtua, dalam batasan waktu yang wajar, dan digunakan untuk hal-hal yang bernilai edukasi atau positif.
Contohnya, mengenalkan warna, huruf, mendengarkan bacaan al-Qur’an, atau materi pembelajaran lainnya. Tentu ini berdampak baik pada prestasi anak. Mirisnya, fenomena kekinian menunjukkan bahwa banyak anak yang sudah terlanjur kecanduan gadget untuk hal-hal negatif.
Anak banyak yang terlalu asyik bermain game online, melihat video kekerasan dan pornografi, serta beragam hal yang tidak sepatutnya dikenalkan kepada anak-anak.
The American Acedemy of Pediatrics dalam penelitiannya menyimpulkan, idealnya anak di bawah usia dua tahun sebaiknya terbebas dari permainan yang melibatkan layar monitor. Alasannya, ini dapat berimbas pada kondisi kesehatan mata. Selain itu radiasi beberapa ponsel atau tablet PC akan mengganggu perkembangan otak anak.
Belum lagi pengenalan gadget yang berlebihan pada anak sejak usia dini dapat semakin berisiko menyebabkan kecanduan bermain gadget. Jika anak terlanjur kecanduan gadget, akan semakin sulit untuk diatasi. Karena itu, Anda jangan tinggal diam. Segera carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. [Edithya Miranti]




















