Tim ahli Inggris, Jerman dan AS, Agustus 2018, diberitakan berhasil mengidentifikasi galaksi tertua sekitar Bima Sakti. Adik-adik tahu, apakah Bima Sakti. Dialah nama galaksi yang menaungi Tata Surya kita. Dalam bahasa Inggris disebut Milky Way atau Via Lactea dalam bahasa Latin . Istilah ini berasal dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”.
Bima Sakti adalah galaksi atau gugusan bintang berbentuk spiral yang besar. Total masa sekitar 1012 massa bintang matahari, galaksi ini memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya, dan ketebalan 1000 tahun cahaya.
Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam Bima Sakti ada sistem Tata Surya, yang terdiri sembilan planet, termasuk planet bumi, tempat kita tinggal. Pada pusat galaksi ada bersemayam lubang hitam (Black Hole) supermasif. Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata Surya perlu waktu 225–250 juta tahun untuk sekali orbit. Jadi, matahari telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/detik.
Di Indonesia, istilah Bima Sakti berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihat susunan bintang-bintang yang tersebar di angkasa membentuk formasi seperti Bima dililit ular naga. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya Milky Way sebab mereka melihat sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang sebenarnya adalah kumpulan miliaran bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, yang diyakini sebagai pusat galaksi.
Bima Sakti memiliki enam lengan galaksi. Ada 4 spiral utama dan 2 lenngan yang lebih kecil. Mereka diberi nama: Lengan Norma, Lengan Scutum-Crux, Lengan Sagitarius, Lengan Orion atau Lengan Lokal, Lengan Perseus, dan Lengan Cygnus atau Lengan Luar.
Cakram galaksi Bima Sakti, kata Robert Sander (2006), berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km = 950.000.000.000.000.000 ) diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km = 95.000.000.000.000.000). Galaksi ini diperkirakan mempunyai 200-400 miliar bintang. Angka pastinya sulit dipastikan, tergantung jumlah bintang bermassa rendah.
Observasi terakhir mengindikasikan, Bima Sakti berdiameter sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km = 110.000.000.000.000.000 ) atau dua belas kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai ilustrasi ukuran fisik, jika Bima Sakti berdiameter 100 m, maka Tata Surya, termasuk Awan Oort, berukuran tidak lebih dari 1 mm.
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tetapi dibatasi oleh orbit dua satelit Bima Sakti, yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang berjarak kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km = 1.700.000.000.000.000.000 ). Pada jarak ini dan lebih jauh darinya, orbit-orbit dari objek sekitarnya akan dirusak oleh awan Magelan, sehingga akan terhempas keluar dari gugusan Bima Sakti.
Adik-adik, dengan teleskop Very Long Baseline Array (VLBA), kata Eric Christian dan Safi-Harb Samar (2009), Bima Sakti lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Luasannya setara dengan galaksi tetangga terdekat, Andromeda. Kecepatan rotasinya (setelah memperhitungkan dark matter yang terkandung) 914.000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792.000 km/jam. Sedang total masa Bima Sakti sekitar 3 triliun bintang, atau 150% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Dedi Junaedi





















