Majalengka, Gontornews — Majalengka menjadi salah satu primadona destinasi pariwisata di Jawa Barat. Selain kaya akan wisata alam dan agrowisata, Majalengka juga memiliki destinasi wisata sejarah. Bahkan para peneliti masih terus melakukan kajian untuk mencari bukti-bukti peninggalan sejarah yang ada di Majalengka.
Dalam sebuah buku Sejarah Majalengka Karya N Kartika yang mewawancarai Budayawan Ayatrohaedi, nama Majalengka bila diartikan dalam bahasa Jawa Kuno yaitu kata โMajaโ merupakan nama buah dan kata โLengkaโ yang berati pahit, jadi kata โMajalengkaโ adalah nama lain dari kata Majapahit.
Nah, untuk belajar sambil berwisata sejarah, berikut beberapa tempat yang memiliki nilai sejarah di Majalengka. Berikut kupasannya.
- Goa Jepang
Goa Jepang atau Bunker Kodim yang berlokasi di Jalan KH Abdul Halim Kelurahan Tonjong Majalengka, menjadi perhatian wisatawan. Bahkan, pada hari libur banyak warga yang berkunjung untuk melihat secara langsung seperti apa Goa Jepang tersebut.
Kepala Disparbud Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan berdasarkan hasil penelitian Bunker Kodim ini dinyatakan sebagai tinggalan purbakala yang memenuhi sebagai Cagar Budaya Tingkatย Provinsi Jawa Barat dan dilindungi Undang-undangย Nomor 11 tahun 2012 tentang cagar budaya dan telah terdaftar pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang dikelola Kodim 0617 Majalengka.
Bunker bangunan ini seluas 116 meter persegi berdiri di atas lahan 69.000 meter persegi tepat menghadap Sungai Cibedug dan jalan KH Abdul Halim tepat di sebelah selatannya. Bungker dibangun pada tebing sungai yang diperkuat dengan bata dan beton, sisi luarnya tetep berupa tanah sebagai kamuflase dan juga sebagai peredam. Antaraย bunker pertama dengan keduaย berjarak 7 meter.
- Gedung Jangkung
Penyebutan Gedung Jangkung atau tinggi,ย oleh masyarakat dikarenakan bangunan ini memiliki menara pada satu sudut bangunannya, yaitu di sudut barat daya, sesuai dengan sudut persimpangan. Bangunan berdiri di atas batur dengan ketinggian ยฑ 75 cm. Pada bagian muka rumah tidak terdapat serambi.
Bangunan ini terletak di persimpangan yang menghubungkan Jl. KH. Abdul Halim dengan Jl. Imam Bonjol dan Jl. Trikora, kelurahan Majalengka Kulon, Majalengka diperkirakan usianya lebih dari 1 abad, kemungkinan kurang lebih tahun 1900-an.
Bangunan Gedung Jangkung berada di sudut persimpangan jalan, sehingga bangunan ini merupakan bangunan sudut. Seperti lazimnya bangunan sudut, lahan tanah Gedung Jangkung berdiri cukuplah luas (42 x 28 m), sehingga masih terdapat lahan yang lapang untuk digunakan sebagai taman di bagian depan dan samping yang berbatasan dengan jalan. Luas bangunannya saja ยฑ 28 x 19 m.
- Rumah Adat Panjalin
Rumah kuno itu terletak di Kampung Penjalin, Cikalong Wetan, Majalengka. Lokasi ini berjarak sekitar 23 km dari Majalengka. Rumah Adat Panjalin dibangun oleh Raden Sanata, sekitar abad ke-17.ย Rumah Adat Panjalin berbahan dasar kayu jati dengan ukuran 72 meter persegi. Bangunan bersejarah ini diperkirakan didirikan sekira akhir abad ke-14, tapi hingga kini masih berdiri kokoh.
Rumah adat Panjalin ditopang oleh 16 tiang penyangga di bagian bawah. Di dalamnya, ada sejumlah perabot seperti meja, ukiran dan lain sebagainya.
Bangunan ini merupakan bukti masifnya penyebaran agama Islam pada masa Syekh Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.
Dalam perkembangannya, rumah adat Panjalin bukan hanya menjadi perjalanan Islamisasi di wilayah Majalengka namun juga saksi bisu dari perlawanan melawan penjajah Belanda.
- Museum Talaga Manggung
Museum Talaga Manggung berada di Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke museum ini yaitu +26 km dari pusat kota Majalengka. Banyaknya peninggalan sejarah dari Kerajaan Talaga Manggung seperti kereta kencana, peralatan perang, dan alat kesenian, yang menjadi daya tarik tersendiri, dan adanya adat memandikan perkakas yang rutin dilaksananakan setahun sekali.
Pengunjung yang datang ke lokasi wisata budaya ini pada umumnya pelajar. Untuk tiket masuk pada lokasi wisata budaya ini tidak ada ketentuan biaya yang harus di keluarkan hanya sebatas sumbangan sukarela. Serta masih kurangnya fasilitas penunjang yang ada di Museum Talaga Manggung.
- Taman Sejarah
Taman Sejarah yang berada di Jalan KH Abdul Halim, tepatnya samping Bunderan Tugu Bola Dunia/Bunderan Munjul Kabupaten Majalengka tersebut, telah diresmikan pada 6 Januari 2022. Disini anda bisa menemui berbagai informasi mengenai para pemimpin Kabupaten Majalengka dari masa ke masa atau dari mulai bupati pertama hingga yang menjabat sekarang ini.
Setidaknya ada 26 bupati yang terpampang di sana. Dimulai dari masa kepemimpinan R.T. Dendanegara hingga masa kepemimpinan Karna Sobahi. Di taman tersebut, juga terdapat sebuah relief yang khusus menceritakan sejarah Majalengka, mulai dari masa kerajaan hingga kolonial Belanda.
Gambaran kehidupan yang syarat akan kebudayaan tradisional khas kota berjuluk Angin itu pun terukir indah di sebuah tembok dengan sentuhan grafis yang sangat apik.
Di sana di ceritakan perkembangan Kabupaten Majalengka dari masa ke masa tentang peristiwa yang pernah terjadi. Ada enam fragmen atau fase, dari mulai zaman kerajaan Talaga abad 13 sampai kolonialisme, sekitar 1860-an.
Selain itu, di taman tersebut juga terdapat muatan sejarah lainnya yang terpampang pada media Totem. Ada 6 tokoh yang ditampilkan dalam Totem tersebut. Di antaranya sosok Nyi Rambut Kasih dan figur tokoh nasional KH Abdul Halim. [Fath]





















