pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 30 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Menjawab Fitnah Radikalisme dengan Strategi Cakrabyuha

Oleh Anwar Hudijono, Wartawan Senior.

Al Hafidh by Al Hafidh
27 November 2019
in Kolom
0
Menjawab Fitnah Radikalisme dengan Strategi Cakrabyuha

Anwar Hudijono, (pwmu.co)

Isu radikalisme saat ini ibarat arus sungai yang bertemu air terjun sehingga arusnya lebih bergemuruh.

Air terjun ini simbol reaksi umat Islam karena arus kuat isu radikalisme itu dialamatkan atau dituduhkan ke Islam. Umat Islam merasa difitnah dan diperlakukan tidak adil.

Adapun arus sungai itu simbol dari produsen fitnah tersebut. Siapa dia? Dalang wayang orang dan ketoprak tidak berada di panggung. Tokoh sentral, dalam film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw, sang dalang memberada tapi tidak tampak. Dalang utama fitnah radikalisme juga memberada tapi tidak tampak.

Banyak argumentasi obJektif-ilimah yang dikedepankan tokoh-tokoh Islam. Orang menghina adzan dan Nabi Muhammad SAW dianggap tidak radikal. Orang menghina ayat Qur’an surah Almaidah ayat 51 tidak dianggap radikal. Sementara orang pakai cadar dan celana jengki alias cingkrang dicap radikal.

BACA JUGA

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

Di Bawah Asuhan Gontor

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Jika celana cingkrang dipakai ke sawah atau pasar bukan identitas radikal. Tapi jika dipakai ke masjid dianggap identitas radikal. Muaranya kepada fitnah sekian masjid terpapar radikal. Akhirnya bisa-bisa takmir masjid melarang orang bercelana cingkrang.

Masyarakat menolak pendirian tempat ibadah karena melanggar SKB Tiga Menteri bisa dituduh radikal, tidak toleran. Sementara kelompok yang membakar masjid tidak diapa-apakan blas.

Kelompok Muslim melakukan sweeping kegiatan penyakit masyarakat dicap radikal. Sementara mereka yang membantai puluhan orang, membakar kota di Wamena dan kota lain di Papua dan Papua Barat dianggap cuma perusuh.

Kelompok separatis yang mengangkat senjata cuma dilabeli kelompok kriminal bersenjata, sementara penusuk Wiranto dengan pisau naruto langsung dicap radikal. Masih banyak lagi kontradisi yang memantik umat Islam untuk kesal, jengkel, marah.

Selalu ada yang baru

Umat Islam seperti tidak sadar bahwa sedang diperlakukan seperti anak kucing yang diberi bola untuk dibuat mainan. Sedang dipancing untuk masuk pada pusaran hiruk-pikuk bin gaduh agar marah, kesal, jengkel, takut.

Maka produsen isu radikalisme tidak akan berhenti memproduksi isu tersebut. Ibarat pabrik roti yang menawarkan produk selalu ada yang baru. Bahannya tetap tepung, gula coklat, keju, kismis tapi selalu dibuat bentuk baru, kemasan baru, nama baru.

Begitu juga isu radikalisme. Defisini radikalisme tidak pernah dirumuskan tuntas. Kriterianya dibuat sebegitu umum dan luas sehingga bisa diisi apa saja tergantung suka-suka yang membuat. Kalau dalam undang-undang disebut pasal karet.

Isu radikalisme terkadang seperti celurit, terkadang seperti pestol. Bukan mustahil suatu saat akan menjadi semacam senjata brahmastya atau rudal nuklir yang punya daya penghancuran dahsyat.

Strategi Cakrabyuha

Produsen isu radikalisme ini sedang menggunakan strategi perang Cakrabyuha. Artinya senjata cakra yang berputar. Strategi ini dipergunakan Kurawa dalam perang Baratayudha. Abimanyu masuk ke dalam lingkaran tentara musuh yang sangat kuat, keras dan kejam. Meskipun memiliki kesaktian dahsyat, akhirnya Abimanyu kehabisan stamina. Abimanyu gugur dengan luka arang keranjang (sekujur tubuhnya terluka).

Salah satu tujuan strategi Cakrabyuha itu agar umat Islam tidak sempat mempelajari AlQur’an. Sebab, umat Islam akan tidak akan bisa dikalahkan, apalagi dihancurkan jika berpegang teguh kepada AlQur’an. Umat Islam tidak akan tersesat selama berpedoman pada AlQur’an. Bahkan membaca saja, meski tidak tahu maknanya, sudah mendapat rahmat, berkah dan obat dari Qur’an.

“Dan orang-orang kafir berkata, janganlah kamu mendengarkan AlQur’an ini, dan buatlah kegaduhan terhadapnya agar kamu dapat mengalahkan mereka.”(Fussilat 26).

Dari ayat ini bisa diambil pesan, jika umat Islam masuk dalam pusaran kegaduhan terus menerus, sibuk menangkal tanpa henti, akhirnya tidak sempat menyampaikan pesan rahmatan lil alamin dari Qur’an. Tidak sempat mempelajari isi Qur’an. Tidak berpikir lagi untuk mencari referensi dan petunjuk dari Qur’an. Padahal umat Islam tanpa Qur’an itu seperti tubuh tanpa tulang.

Untuk itu, dalam menghadapi arus fitnah radikalisme umat Islam harus berpedoman pada Qur’an. Karena fitnah semacam itu terjadi sejak Islam lahir. Dan sepanjang sejarah Islam, namanya fitnah tidak akan hilang.

Pertama, beri penjelasan secara jernih, rasional kepada mereka yaitu produsen fitnah maupun jajaran begundalnya seperti pasukan humazah atau buzzer, al jassasah atau agen-agen, baladupak (orang yang ikut-ikutan) bahwa tuduhan itu hanya fitnah. Beri mereka nasehat. Beri mereka peringatan.

Kedua, tidak perlu berdebat atau berpolemik dengan mereka karena justru umat Islam akan menari di bahwa tabuhan musik mereka. Istilahnya percuma bicara rasional dengan pihak yang tidak rasional dan tidak mau rasionalitas. Apa mungkin bisa meminta orong-orong untuk berhenti mengerik di comberan? Apa mungkin menyuruh burung gagak berhenti berkoar di angkasa?

Jika sampai berpolemik dengan mereka, apalagi perang terbuka di ruang publik, sama saja seperti Abimanyu yang masuk strategi Cakrabyuha. Berdasar kalkulasi rasional, umat Islam sulit menang. Mereka memiliki modal yang tak terhitung besarnya. Mereka memiliki jaringan media yang luas. Didukung pasukan humazah, pasukan jassasah, sampai buladupak dan bisa mempengaruhi bahkan mendikte mereka yang punya power.

Ummul Mukminin Aisyah

Jika mereka tidak mengindahkan nasihat. Tetap menghembus-hembuskan fitnah radikalisme. Nyinyir. Pasrahkan kepada Allah. Hal itu sesuai petunjuk Allah bahwa tugas Nabi Muhammad hanya memberi peringatan, selebihnya urusan Allah. Menjadi urusan Allah mau memberi hidayah sehingga mereka sadar akan kesalahannya, atau menghukumnya.

Bisa mengikuti cara Ummul Mukminin Aisyah ra ketika menghadapi fitnah telah berzina. Fitnah begitu viral. Massif. Bukan hanya hendak menghancurkan karakter Aisyah dan keluarganya, tapi nyaris merobek-robek karakter Islam.

“Misalnya saya bilang ya, padahal saya tidak melakukan zina. Tapi kalau saya bilang tidak, toh tidak akan dipercaya karena fitnah sudah begitu luas dan kuat. Saya pasrahkan kepada Allah yang Maha Tahu dan Maha Benar,” kata Aisyah. Peristiwa fitnah Aisyah itu diabadikan di AlQur’an Surah Annur 1-18.

“Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (AlQur’an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui. (Alqalam 44).

“Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas dengan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”(Ali Imran 54).

Umat Islam harus yakin, fitnah semacam itu tidak akan mematikan Islam. Bahkan semakin memperkuat. Kurang besar apa fitnah yang diproduksi kaum Yahudi dan musyrikin Madinah? Nyatanya malah Madinah jadi poros perkembangan Islam ke seluruh dunia.

Islam di Indonesia juga pernah diterpa fitnah yang sangat besar. Bahkan agen-agen, distributor, sales dan buladupak fitnah itu orang Islam sendiri. Mulai fitnah komando jihad, larangan pakai jilbab di sekolah, tuduhan ekstrem kanan, keterpengaruhan atau istilah sekarang terpapar ekstremisme dan sebagainya.

Apa Islam menjadi habis di Indonesia? Tidak. Islam itu ibarat berlian. Semakin digosok-gosok semakin cemerlang. Ketika cemerlang, semakin banyak yang tertarik memiliki.

Nyatanya justru secara kualitatif meningkat. Di mana-mana ada gerakan hafal AlQur’an. Para wanita mengenakan hijab untuk meng-counter feminisme sekuler. Kesadaran infak dan sodaqah kian besar, dan sebagainya.

Untuk itu, setiap insan Muslim bisa berjuang menanggulangi fitnah radikalisme ini dengan doa. Perlu dipertimbangkan juga baca qunut nazilah. Sangat bagus juga dimasyarakatkan baca Shalawat Asygil. Allahu a’lam bis-shawab.

Tags: Anwar HudijonoFitnahRadikalismeStrategi Cakrabyuha
Share27Tweet17Send
Previous Post

Dari Seminar IAIN Laa Roiba, Pakar NASA: Al-Qur’an Sumber Inspirasi Sains dan Peradaban

Next Post

Panglima Militer Bangladesh Berkunjung Myanmar. Selesaikah Krisis Rohingya?

Al Hafidh

Al Hafidh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result