London, Gontornews – Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris mengatakan, sistem karantina hotel COVID-19 untuk kedatangan dari negara-negara berisiko tinggi berjalan dengan lancar setelah diperkenalkan pada Senin (15/2) pagi. Antrean pengawasan perbatasan di Bandara Heathrow berlangsung kurang dari satu jam.
Inggris ingin melindungi program vaksin COVID-19 dari varian baru virus corona yang masuk ke negara itu. Untuk melakukannya, negara itu telah memberlakukan aturan perjalanan yang lebih ketat, termasuk persyaratan karantina bagi kedatangan orang-orang dari 33 negara. Mereka harus menjalani karantina selama 10 hari di kamar hotel.
Beberapa jam setelah aturan itu diterapkan, terjadi antrean di Heathrow, bandara terbesar di Inggris. Namun antrean itu berlangsung kurang dari satu jam. Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan sistem itu berfungsi dengan baik.
“Kami telah bekerjasama dengan pihak bandara dan petugas di perbatasan untuk memastikan semua orang mengetahui prosesnya,” kata Hancock kepada Times Radio.
Sebelum aturan baru itu diberlakukan, sempat ada kekhawatiran tentang cara kerjanya.
Situs web untuk memesan paket karantina hotel, yang membebani penumpang $2.412 (£1.750), telah macet beberapa kali dan para kritikus mengatakan pemerintah tidak mendapatkan kamar hotel yang cukup.
Pada akhir pekan, kedatangan di Heathrow mengalami antrean hingga lima jam untuk melewati pengawasan perbatasan, dan laporan media mengatakan bahwa kedatangan dari negara-negara yag masuk “daftar merah” tidak dipisahkan dari mereka yang berasal dari daerah berisiko lebih rendah.
Heathrow, yang jumlah penumpangnya turun 90 persen pada Januari lalu , khawatir jika antrean menjadi terlalu panjang akan menghentikan atau menunda penerbangan.
Dengan aturan baru, hanya warga negara Inggris dan Irlandia, atau mereka yang memiliki hak tinggal di Inggris yang dapat melakukan perjalanan ke Inggris dari 33 negara “daftar merah”, termasuk Brasil dan Afrika Selatan. []



















