Dubai, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa mengatakan, negaranya menilai “tidak ada resolusi yang terlihat” dalam krisis Teluk antara Qatar dengan empat negara pemboikot.
Dalam wawancara dengan surat kabar internasional Arab yang berbasis di London, Alsharq Alawsat, Al-Khalifa mengatakan, tidak ada secercah harapan untuk solusi sekarang, karena masalah ini tidak terjadi tiba-tiba.
Menurutnya, Qatar telah memperpanjang krisis dengan membawa kasusnya ke sekutu Barat, bukannya berurusan dengan blok negara-negara Arab di Teluk.
“Kami mengharapkan dari awal krisis dengan Qatar bahwa Emir Qatar akan pergi ke Saudi (Arab) tetapi ini tidak terjadi,” kata Al-Khalifa kepada koran pan-Arab sebagaimana dikutip arabnews.com.
Dia berbicara tentang kurangnya Qatar mematuhi hukum internasional dalam hal terorisme.
“Negara ini telah menempatkan salah satu warganya dalam daftar terorisme, dan setelah beberapa hari mereka menghadiri pernikahan putranya,” katanya, mengacu pada Abdulrahman Al-Nuaimi yang dicap sebagai teroris oleh AS pada Desember 2013, dan PBB pada bulan September 2014. Al-Nuaimi dituduh memberikan dukungan keuangan kepada organisasi teroris.
Sementara itu, Qatar telah mengumumkan bahwa mereka akan melarang produk yang berasal dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir dan Bahrain.
“Produk-produk yang berasal dari negara-negara pemboikot, harus menjalani pemeriksaan impor yang tepat dan prosedur kepabeanan,” kata pernyataan pemerintah Qatar pada Sabtu (26/5) malam.
Surat kabar nasional Qatar, Al Watan, mengutip surat edaran dari Kementerian Ekonomi dan Perdagangan yang memberi tahu para pedagang dan toko-toko untuk berhenti berurusan dengan produk yang diimpor dari keempat negara itu. [Rusdiono Mukri]





















