Beirut, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya pada Rabu (19/5), kata kantor kepresidenan Lebanon dilansir Arabnews.com.
Pengunduran ini menyusul komentarnya dalam sebuah wawancara di televisi yang membuat tegang hubungan Lebanon dengan negara-negara Teluk Arab, negara-negara sekutu dan donor tradisional Lebanon.
Charbel Wehbe, yang merupakan menteri dalam pemerintahan sementara, mengatakan pada hari Senin (17/5) bahwa negara-negara Teluk telah mendukung lahirnya Daesh (ISIS).
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain memanggil duta besar Lebanon dan mengeluarkan keluhan resmi, mengecam pernyataan Menlu itu.
Komentar itu mengancam upaya Lebanon untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Teluk di tengah krisis ekonomi yang parah.
Setelah bertemu dengan Presiden Michel Aoun, Wehbe mengatakan dia telah mengajukan permintaan untuk mundur sehubungan dengan perkembangan terkini, menyusul wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi.[]





















