Riyadh, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan pada hari Rabu (4/8), desakan Hizbullah untuk memaksakan hegemoninya di Lebanon merupakan penyebab utama krisis di negara itu.
Berbicara pada konferensi internasional tentang Lebanon yang menandai ulang tahun pertama ledakan Pelabuhan Beirut, Pangeran Faisal bin Farhan mendesak para politisi Lebanon untuk menghadapi perilaku Hizbullah Β itu guna mencapai keinginan rakyat Lebanon untuk memerangi korupsi dan menerapkan reformasi yang diperlukan untuk keluar dari krisis yang dihadapi.
Pangeran Faisal menambahkan bahwa bantuan apa pun yang diberikan ke Lebanon oleh Kerajaan Saudi bergantung pada reformasi serius yang dilakukan sambil memastikan uang itu sampai ke penerima manfaat dan tidak disedot oleh pejabat korup.
“Kami prihatin bahwa penyelidikan ledakan pelabuhan Beirut belum membuahkan hasil yang nyata,” katanya dikutip Arabnews.com.
Dia memuji upaya Prancis dan komunitas internasional untuk mendukung Lebanon dan rakyatnya, menekankan perlunya upaya ini disertai dengan reformasi nyata untuk mengatasi krisis ekonomi dan politik yang melanda Lebanon.
Pangeran Faisal menegaskan kembali solidaritas Kerajaan yang berkelanjutan dengan rakyat Lebanon di saat krisis, dan menekankan komitmen Arab Saudi terhadap rekonstruksi dan pembangunan Lebanon.
βKerajaan (Saudi) merupakan salah satu negara pertama yang menanggapi pemberian bantuan kemanusiaan ke Lebanon setelah ledakan mengerikan yang terjadi tepat setahun yang lalu di pelabuhan Beirut melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief). KSRelief terus melaksanakan programnya di Beirut hingga hari ini,β kata Pangeran Faisal.
Konferensi negara-negara donor untuk meningkatkan bantuan darurat bagi ekonomi Lebanon yang lumpuh pada hari Rabu mengumpulkan $370 juta, kata kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron.[]


















