Jakarta, Gontornews – Menteri Pariwisata, Arief Yahya menegaskan bahwa potensi pariwisata Maluku Utara sangat besar. Pemerintah, sebut Arief, akan mengembangkan sejumlah sektor guna membawa Maluku Utara sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
“Berarti kalau ada wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke sana mereka akan merasa bahagia. Ini bagus, memang pariwisata di Maluku Utara sangat indah,” kata Menpar Arief Yahya saat peluncuran Calendar of Event Maluku Utara 2018 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam.
Salah satu destinasi paling populer di Maluku Utara, Morotai, telah menjadi prioritas pembanguan fasilitas pendukung pariwisata oleh Pemerintah Pusat. Salah satu yang sedang dikebut pengerjaannya adalah perlebaran landasan bandara serta gedung terminal yang

ditargetkan usai bulan Maret atau April 2018 mendatang.
Dalam mempromosikan Maluku Utara, Menpar menggunakan konsep Nomandic Tourism. Nomandic Tourism bermakna pembangunan sarana pendukung pariwisata yang dilakukan secara sementara seperti pembangunan Seaplane sebagai landasan sementara sebelum pembangunan bandara internaisonal Maluku Utara usai. Saat ini, pembangunan bandara masuk dalam tahap lelang.
“Nomadic Tourism adalah bentuk akomodasi sementara seperti Glam Camp, Home Pod, karena membangun hotel akan sangat lama. Nomadic Tourism dan Sea Plane jika dikombinasikan maka akan sempurna,” ujarnya.
Menpar mendorong Kadispar Maluku Utara untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Pariwisata akan membantu dengan menghubungkan ke para investor. [Mohamad Deny Irawan]




















