Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan era digitalisasi, telah membawa perubahan dalam kehidupan manusia di berbagai bidang seperti di bidang ekonomi, sosial maupun pendidikan. Perubahan tersebut mempengaruhi pola hidup manusia, sehingga memudahkan manusia dengan pekerjaannya. Pendorong utama era digitalisasi yaitu teknologi media digital, komputerisasi, analisis big data dan artificial intelegence (AI) yang dapat mengefisienkan penyampaian layanan dan kesempatan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi digital memudahkan elemen pendidikan baik guru/dosen maupun peserta didik dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi dalam melakukan proses pembelajaran.
Perkembangan teknologi digital pada hakikatnya menciptakan pengetahuan untuk bisa melampaui akses informasi tanpa batas. Peran pendidik sebagai mentoring berkelanjutan, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, dan teamwork untuk peserta didik serta melakukan proses penilaian dengan tidak menitikberatkan pada nilai namun proses pembelajaran yang dilakukan. Pendidik perlu mendidik peserta didik sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini yang dikenal dengan “digital native” atau biasa disebut sebagai generasi millennial. Generasi “digital native” memiliki ciri-ciri: aktif, fun, random akses, instan, multi tasking, networking dan life. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi perkembangan teknologi di era digitalisasi dalam mendidik peserta didik generasi “digital native”, salah satu gagasan yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yaitu “merdeka belajar”. Merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi peserta didik maupun pendidik. Merdeka berarti bernilai kuat, kemandirian dan hasil gemilang, sedangkan belajar berarti upaya dan pengalaman hidup. Merdeka belajar di sini dapat diartikan sebuah program/kegiatan/aktivitas yang membutuhkan komitmen, pengalaman langsung dan kemampuan tepat guna sehingga menghasilkan perubahan perilaku positif, baik bagi peserta didik maupun pendidik.
Konsep merdeka belajar dalam pendidikan di era digital dapat diartikan bahwa semua proses pendidikan memerlukan komitmen dalam peningkatan investasi di pengembangan digital skill di dunia pendidikan, selalu mencoba menerapkan prototype teknologi terbaru dalam mempermudah proses pembelajaran di dunia pendidikan, dan menggali berbagai bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan.
Konsep merdeka belajar dan implementasinya dalam pendidikan di era digital dapat diartikan bahwa pendidikan dapat dilakukan dalam beragam waktu dan tempat, proses belajar bukan hanya di ruang kelas, namun dapat diciptakan proses pembelajaran yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Free Choice, dipilih peserta didik sesuai perangkat, program/teknik belajar sesuai peserta didik, mempraktikkan cara belajar yang paling nyaman sehingga kemampuannya terus terasah. Personalized Learning, menyesuaikan pelajar dalam memahami materi, memecahkan jawaban sesuai dengan kemampuannya. Berbasis Proyek, peserta didik diajak menerapkan keterampilan yang sudah dipelajari dalam berbagai situasi. Jadi pengalamannya akan terasa untuk nantinya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya. Pengalaman Lapangan, link and match di dunia pekerjaan sangatlah penting. Saat ini banyak sekali materi yang diajarkan di bangku sekolah dan perkuliahan yang tidak sesuai dengan dunia kerja. Interpretasi Data, setiap peserta didik akan lebih banyak mengetahui mengenai komputer dan analisis data. Mengingat di era Revolusi industri 4.0 sangat banyak bersinggungan dengan data. Peran big data sangat sentral dalam memecahkan masalah yang ada. Data tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhan dan menganalisis sejumlah masalah jadi solusi akhir.
Jika konsep merdeka belajar dan implementasinya dalam pendidikan di era digital dapat terealisasi dengan baik maka akan tercipta smart education, smart learning, smart assessment, smart classroom, smart content dan akan menciptakan smart city. Hal ini dapat terealisasi didukung dengan pengembangan karakter peserta didik menjadi manusia unggul yang memiliki pengetahuan, adaptif terhadap teknologi, cerdas, bertanggung jawab dan berperilaku mulia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di era digital. []
Email korepondensi: [email protected]






















