Jenewa, Gontornews — Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menghimbau seluruh negara siap menghadapi virus korona. Himbauan ini disampaikan menyusul masuknya laporan kasus baru COVID-19 di enam negara yang tersebar di empat benua, Jum’at (28/2).
Direktur Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan, mengatakan bahwa saat ini, risiko virus korona sedang ‘mengglobal’. Ia pun meminta setiap negara melakukan pengecekan secara mendalam agar siap menghadapi kedatangan virus mematikan ini.
“Saya pikir pengecekan ini adalah realitas bagi setiap pemerintah yang ada di planet ini. Bangun dan bersiap-siaplah. Virus ini mungkin sedang dalam perjalanan dan anda harus siap,” kata Dr Mike Ryan sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam catatannya, WHO menyebut ada lebih dari 82.000 orang yang terinfeksi virus korona dengan laporan kematian mencapai lebih dari 2.700 orang di daratan Cina. Sedangkan di luar Cina, ada 57 kematian yang tersebar di 46 negara yang berbeda.
WHO juga menambahkan negara-negara seperti Mesiko, Nigeria, Selandia Baru, Lithuania, Belarus, Azerbaijan melaporkan kasus virus korona pertamanya. Sementara Italia menjadi negara di Eropa yang terdampak virus korona paling parah. Sedangkan Meksiko menjadi negara kedua Amerika Latin yang mengonfirmasi virus korona setelah Brazil.
Sedangkan di Nigeria, seorang pria berkewarganegaraan Italia dinyatakan positif virus korona. Dengan demikian, virus korona berhasil ‘masuk’ ke wilayah Afrika untuk pertama kalinya.
WHO juga memprediksi bahwa penanganan virus korona akan sulit diberantas jika penyebaran sudah mengglobal.
Setelah penyebaran virus korona yang masif, sejumlah pemerintah mulai menginstruksikan penutupan fasilitas publik seperti sekolah maupun agenda yang menyedot banyak perhatian publik seperti stadion atau konser.
Swiss misalnya terpaksa membatalkan pameran mobil internasional Pekan depan. Pertandingan sepakbola Europa League antara Inter Milan vs Ludogoret Razgard di Estadio Giuseppe Meazza, Jum’at (28/2) di Milan pun terpaksa dilakukan tanpa penonton.
“Laga tanpa penonton? Saya pernah merasakan bermain tanpa penonton saat Italia menghadapi Krosia. Jelas ini adalah atmosfer yang aneh dan terasa lebih seperti sesi latihan,” ungkap pelatih kesebelasan asal Italia Inter Milan, Antonio Conte.
Otoritas sepakbola Italia, FIGC, pun terpaksa mengadakan sejumlah pertandian sepakbola kasta tertinggi di Italia tanpa penonton. Tercatat ada lima pertandingan yang dilakukan tanpa penonton pada akhir pekan ini yaitu Udinese-Fiorentina, Milan-Genoa, Parma-Spal 2013, Sassuolo-Brescia dan pertandingan terbesar di Italia, Juventus-Inter Milan. [Mohamad Deny Irawan]






















