Kairo, Gontornews — Otoritas keamanan Mesir mengonfirmasi penangkapan pejabat tinggi Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ezzat di Kairo Timur, Sabtu (29/8). Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan bahwa penangkapan pemimpin ikhwanul muslimin tersebut berangkat dari informasi intelejen.
Mereka mengatakan Ezzat menggunakan apartemen Kairo Baru sebagai lokasi persembunyian barunya. “Rumor para pemimpin ikhwan berada di luar negeri digunakan untuk menyesatkan informasi pihak berwenang,” kata pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir dilansir Ahram Online.
Dalam penggerebekan kali itu, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop dan ponsel. Pihak kepolisian berhasil mengamankan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan komunikasi dengan para pemimpin dan anggota Ikhwanul Muslim di dalam maupun di luar negeri.
Pemerintah menyebut Ezzat bertugas sebagai pembentuk sayap bersenjata Ikhwanul Muslim serta pegawas operasi teroris sejak 30 Juni 2013 hingga akhirnya tertangkap.
“Operasi yang diawasi oleh Ezzat termasuk pembunuhan mantan Jaksa Penuntut Umum Hisman Barakat pada 2015, polisi Wael Tahoun pada 2015, perwira tertinggi angkatan darat Adel Ragei pada 2016. Percobaan pembunuhan mantan ajudan jaksa penuntut umum Zakaria Abdel-Azim pada 2016.
Pemerintah juga menuduh Ezzat berada dibalik insiden ledakan mobil di luar rumah sakit kanker di Kairo pada Agustus 2009 yang menewaskan 20 orang.
Selain itu, Ezzat juga merupakan aktor di balik seangan dunia maya yang mengelola informasi serta penyebar berita palsu untuk memecah belah opini publik.
Bagi Mesir, penangkapan Ezzat merupakan penangkapan Ikhwanul Muslimin paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. [Mohamad Deny Irawan]





















