Beirut, Gontornews — Lebanon memasuki pekan ketiga kampanye vaksinasi virus korona (COVID-19) pada hari Senin (1/3). Pertokoan dan mal dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak penutupan pada 21 Januari. Namun para ahli medis di negara itu menyuarakan keprihatinannya.
Arabnews.com merilis, Direktur Rumah Sakit Universitas Pemerintah Hariri, Dr Firas Al-Abyad, mengatakan “kami membodohi diri sendiri karena kenyataannya berbeda.”
Statistik yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kasus harian yang tercatat tetap di atas 3.000 dan rata-rata jumlah kematian melambung di atas 40. Jumlah total kasus COVID-19 yang tercatat di Lebanon 372.792 pada hari Sabtu, dan 4.652 kematian.
Para profesional medis menyebutkan, program vaksinasi berjalan lambat “seperti kura-kura”. Vaksinasi 11 anggota parlemen di gedung parlemen –yang tidak sejalan dengan proses vaksinasi yang berlangsung di rumah sakit– merupakan pelanggaran lain yang memicu kemarahan masyarakat.
Penasihat Kementerian Kesehatan Mohammed Haidar mengatakan, proses vaksinasi yang lambat disebabkan oleh sedikitnya jumlah vaksin yang datang setiap pekan dan perlu didistribusikan ke semua rumah sakit. Sejauh ini sekitar 100.000 dosis vaksin Pfizer telah tiba di Lebanon, sementara 300.000 dosis vaksin AstraZeneca diharapkan tiba bulan ini.
Lebanon menerima pinjaman dari Bank Dunia untuk membeli 2,2 juta dosis. Sebanyak 28.080 dosis tiba pada pekan pertama, 31.590 dosis tiba pada pekan kedua, dan 41.300 dosis tiba pada hari Sabtu.
Menteri Kesehatan mengungkapkan, Moderna telah memberi tahu Lebanon beberapa waktu lalu bahwa mereka tidak akan dapat membuat kesepakatan apa pun untuk menyediakan produknya kepada Lebanon karena sebelumnya telah berkomitmen untuk memasarkan produknya hanya di lima negara. Namun, pihaknya siap untuk βmembantuβ Lebanon mulai Januari 2022.
Kementerian percaya bahwa 2.730.000 dosis vaksin yang telah dicadangkan akan cukup untuk memvaksinasi 20 persen populasi Lebanon. Menurut rencana nasional, 249.000 diharapkan akan digunakan dalam kuartal pertama tahun ini, sedangkan dosis yang tersisa akan dibagi menjadi tiga kelompok untuk menutupi sisa tahun ini.
Namun, jumlah mereka yang divaksinasi selama dua pekan pertama berdasarkan platform nasional, yang berarti staf medis dan perawat serta lansia di atas usia 75 tahun, kurang dari 3 persen dari kelompok sasaran.
Menurut pengamatan Universitas Amerika di Beirut, 2.858 dosis vaksin diberikan setiap hari, sedangkan kapasitas harian pusat vaksinasi 14.000 dosis.
Dr Abdul Rahman Bizri, ketua Komite Nasional Administrasi Vaksin Virus Corona, memutuskan akan melanjutkan program vaksinasi pascaskandal vaksinasi anggota parlemen di gedung parlemen.
Dia menegaskan bahwa proses vaksinasi akan terus berjalan karena “kita tidak bisa berjudi dengan nyawa orang.β
βSaya memahami keluhan dari staf medis, staf perawat dan paramedis, yang paling terpapar virus dan belum menerima vaksin,β ujarnya. Ia menambahkan, semua orang berisiko dengan wabah pandemi, tetapi masalahnya jumlah vaksin tidak cukup. []





















