Depok, Gontornews — Gerakan Quranization; Bergerak Hapus Buta Aksara Qurβan pada Rabu (9/3/2022) kembali mengadakan acara Road to Quranization: Metamorfosa Kehidupan. Acara ini diinisiasi oleh Cinta Quran Foundation dan ditayangkan secara live Youtube Cinta Quran TV dan Amazing People, serta live Instagram @quranizationid & @jihanfahirareal.
Pada sesi bincang inspiratif kali ini, gerakan Quranization telah mengundang seorang artis hijrah yakni Jihan Fahira, dan juga menghadirkan seorang moderator yaitu Fathiyyah Ahmad. Pada acara tersebut, Jihan turut menceritakan tentang kisah perjalanan hidupnya hingga mencapai pada titik hijrah tersebut.
βSetiap insan memiliki episode yang berbeda-beda,β terang Jihan. Dulu, lanjutnya, kebahagiaannya di lokasi syuting. Di usia tersebut Allah memberinya kesempatan di dunia sinetron, dan kebahagiaannya sekarang bersama keluarga. “Saya menganggap semuanya rahmat dari Allah, sebab semua itu proses kehidupan,” paparnya.
Pada tahun 2016 akhir, berkat hidayah dari Allah SWT dan dorongan sang suami, Jihan memutuskan untuk belajar menutup aurat (berhijab). βAgak telat, semoga Allah terima saat ini. Saya masih belajar untuk tunduk dengan pakaian-pakaian yang diperintahkan Allah, ini pun belum sempurna,β terang ibu empat anak tersebut.
Β Jihan juga menganalogikan fase hijrahnya dengan cara melihat betapa kita patuh dengan peraturan sekolah yang merupakan buatan manusia, maka kita harus lebih patuh dengan peraturan Allah, Tuhan pencipta kita.
βKita sama-sama belajar untuk tunduk sama Allah, meski masih banyak kurangnya tidak sempurna, tapi berusaha saja,β tambah Jihan kepada Gontornews.com.
“Saya selalu merasa semuanya dikasih sama Allah,” sambung istri Primus Yustisio itu. “Allah minta saya memakai kerudung, ya jalankan saja.”
Muslimah kelahiran 8 Januari 1978 ini juga menjelaskan bahwa setiap perubahan fase kehidupan kita memiliki tantangannya sendiri. βBismillah saja, hanya minta pertolongan Allah agar selamat dari semuanya,β pungkas mantan model dan pemeran Indonesia keturunan Sunda, Jawa Barat tersebut.
Gerakan Quranization merupakan salah satu gerakan Qurβaniy yang bergerak untuk menghapus buta aksara negeri tercinta Indonesia ini. Menurut data yang diberikan oleh Biro Pusat Statistik Republik Indonesia bahwa 58 persen umat Islam Indonesia tidak bisa membaca al-Qurβan.
Darurat buta aksara Qurβan ini akhirnya memanggil Cinta Quran Foundation untuk terus bergerak melalui program Quranization dan in syaa Allah bersama-sama di bulan Ramadhan nanti akan mengajak seratus ribu partisipan, satu hari di 17 Ramadhan, satu orang membaca satu juz. Info lebih lengkap terkait program tersebut bisa disimak langsung di quranization.id. [Edithya Miranti]





















