Jakarta, Gontornews — Banyak pengguna tato ingin bertaubat dan menghapus tato yang ada di badannya. Mereka perbaiki diri, mendatangi majelis ilmu atau pengajian, namun masih ada hal yang mengganjal pada dirinya karena adanya tato.
Atas dasar itu Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) dan Islamic Medical Servieces (IMS) tergugah ingin membantu peserta hapus tato yang ingin hijrah dan sadar akan kesalahan dan kekeliuran yang selama ini mereka lakukan. Dengan itulah program Hapus Tato secara gratis ini digagas.
IMS bekerja sama dengan MTT Telkomsel dan RSIA lbnu Sina melaksanakan program hapus tato dengan target peserta 250 orang. Peserta yang akan ikut program ini harus melampirkan hasil cek kesehatan dari puskesmas atau intansi kesehatan resmi Iainnya bahwa terbebas dari sejumlah penyakit.
“Diantaranya HIV Aids, Hepatitis B dan C, TBC, Gula darah rendah >70mg/dl, dan gula darah tinggi <200mg/dl,” kata Direktur IMS lmron Faizin.
Persyaratan Iainnya adalah usia di atas 18 tahun, kondisi tubuh dalam keadaan fit, tidak memiliki gangguan ginjal, tidak dalam keadaan tensi rendah kurang dari 90/60 mmHg, tidak bertensi tinggi diatas 120/80mmHg, tidak memiliki gangguan pernapasan (sesak nafas, asma, dan alergi kulit), tidak ada gangguan pembekuan darah, tidak gangguan fungsi hati, dan tidak gila.
Hal lain yang perlu diperhatikan bagi peserta hapus tato adalah mereka siap untuk dibina. Karena hal ini juga tidak kalah pentingnya. Pembinaan para sahabat hijrah merupakan bagian dari program ini. Saat ini didata base kami sudah 500 orang Iebih telah mendaftar untuk turut dihapus tatonya.
Guna memulai program tersebut MTT dan IMS akan meluncurkan AmbuIance Layanan Hapus Tato sekaligus operasi hapus tato di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat. T urut hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno.
Ketua Umum MTT, Wawan Budi Setiawan menuturkan, program layanan hapus tato MTT bertujuan untuk memfasilitasi sahabat hijrah dalam menghilangkan tato yang ada di tubuh sekaligus sebagai pembuktian hijrah secara hakiki. Dengan dihapusnya tato yang ada di dalam tubuh merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah harian.
“Jadi kami melihat bahwa orang yang punya tato ini cukup banyak. Sementara untuk biaya penghapusan tato cukup mahal sekitar satu juta. Termasuk antusias hari ini cukup banyak dari yang ditargetkan 250,” ujar Wawan.
Ia menjelaskan, setelah mengikuti program Hapus Tato, para peserta wajib mengikuti pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh IMS dan Hidayatullah.
“Pembinaannya nanti kita sinergikan dengan masjid-masjid. Jadi ada pembinaan khusus terutama untuk masalah hijrah. Iya (tidak ada syarat khususnya). Semuanya gratis, dan kegiatan ini dari alokasi infaq yang dihimpun oleh MTT,” terangnya.
“Insya Allah program ini akan terus berlanjut untuk beberapa daerah di tanah air. Semoga memberikan manfaat yang besar bagi sahabat hijrah.” tutupnya.
Sebagai informasi, untuk biaya Hapus Tato dalam satu kegiatan dibutuhkan dana sekitar Rp 300 juta. Nantinya, peserta produktif akan dibina oleh komunitas OK-OCE (One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship) program Pemprov DKI Jakarta yang digagas oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. [fathur]


















