Probolinggo, Gontornews — Akhir-akhir ini nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi perbincangan publik lantaran dianggap menjadi pelaku pembunuhan pengikuti padepokannya. Pria yang beralis tebal ini juga dianggap memiliki ilmu mistis karena bisa menggandakan uang dalam jumlah besar, dengan cara yang tak lazim.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur dan MUI Probolinggo melakukan penelitian di padepokan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada Kamis, (29/9) di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu.
Menurut Ketua MUI Jawa Timur KH Abdul Shomad Buchori, pengikut padepokan Dimas Kanjeng Pribadi kerap melantunkan shalawat fulus usai melaksanakan shalat wajib. Shalawat fulus sendiri berbunyi, ‘Allahuma shalli ala sayyidina muhammadinil mabngu fi shalatan tadribu biha amwalu wal fulusu wa mal busu wal mad u’mu biadadin wanafasin bainahum ya fa ihun ya rajiun.’
“Jika diartikan kurang lebih seperti ini, ‘ya Allah beri rahmat kepada Nabi Muhammad dengan shalawat dan rahmat yang bisa melipatgandakan harta, uang, pakaian, makanan dengan nafas yang dihembuskan di antara mereka kembali’, tapi ini kami masih kaji, kenapa harus ada seperti ini,” ujarnya kepada wartawan.
Selain itu, MUI juga menemukan penyimpangan lain, di antaranya ada beberapa bacaan seperti ajaran Syeikh Siti Jenar. Temuan ini, lanjut Kiai Buchori akan dipelajari MUI dari beberapa aspek. Salah satunya dari aspek amaliyah apakah ada penyimpangan dan kesesatannya.
Selama ini Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikenal sebagai dukun yang sering menggandakan uang secara gaib. Sosok kontroversial ini kerap mempublikasikan aksinya melalui YouTube yang memperlihatkan tumpukan uang ratusan ribu hasil praktiknya.
Namun pada Kamis 22 September 2016, polisi menangkap Dimas Kanjeng karena diduga terlibat dalam kasus penipuan sekaligus pembunuhan murid padepokannya. [Ahmad Muhajir/Rus]





















