Garut, Gontornews — Hujan yang turun dalam intensitas tinggi dan berdurasi panjang sejak Selasa (20/9), ditambah tingginya tingkat kerentanan tanah, serta meluapnya Sungai Cimanuk mengakibatkan banjir bandang yang menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Garut. Ketujuh kecamatan itu adalah Cimacan, Bayongbong, Sukakarya, Copong, Muara Sanding, Hawur Panggung, dan Tarogong Kidul.
Sebanyak 33 jiwa meninggal dunia, 35 orang luka-luka, dan 20 orang masih dalam pencarian. Korban mengungsiΒ mencapaiΒ 6.361 jiwa dengan jumlah warga terdampakΒ 6.448 jiwa. Selain itu 2.049 rumah hancur dan hanyutΒ diterjang banjir. Sebagai wujud kepedulian, Majelis Taβlim Telkomsel (MTT) Regional Jabar dibantu Relawan Rumah Zakat (RZ) menyalurkan bantuan kepada korban banjir Garut.
Hadi Mulyono, ketua MTT Jabar menyerahkan langsung bantuan secara simbolis sebesar 50 juta rupiah kepada Letkol Arm. Setyo Hani Susanto selaku Ketua Satgas Banjir Garut di Makodim 0611, Garut, Sabtu, (24/9). Bantuan yang diberikan berupa 300 paket sembako dan peralatan mandi serta perlengkapan bayi, peralatan masak, alat-alat kebersihan, dan pakaian.
βSaya sangat berterima kasih atas support dari Relawan RZ atas kerjasama bantuan bencana banjir bandang Garut ini. Untuk saat ini bantuan dalam bentuk logistik sudah sangat menumpuk di Kodim Garut sebaiknya MTT dan RZ bersinergi membuat program lanjutan untuk penanganan pascabanjir dalam bentuk program kesehatan dan pendidikan untuk korban banjir Garut,β tutur Hadi.
Perlu upaya keras dan sinergi antarpihak agar kondisi masyarakat kembali bangkit seperti sedia kala. Sekalipun bantuan logistik sudah banyak, namun bantuan kesehatan, pendidikan, bahkan tempat tinggal sangat diperlukan dalam recovery pascabencana. [Fathurroji/Rus]




















