10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 26 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Buku

Muqaddimah Ibnu Khaldun, Bacaan Orang-orang Hebat

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
29 November 2021
in Buku
0
Muqaddimah Ibnu Khaldun, Bacaan Orang-orang Hebat

Mukaddimah Ibnu Khaldun

Judul : Muqaddimah: An Introduction to the History of the World

Penulis: Ibnu Khaldun

Penerjemah: Ahmadie Thaha

Penebit : Wali Pustaka

BACA JUGA

Gerakan Literasi Sirah Nabawiyah ‘Semua Membacanya 2025’ Teguhkan Keteladanan Rasulullah Lintas Generasi

Bedah Buku “Panduan Melawan Tirani”, ReneTuros Undang Feri Amsari

Ilmu, Seni, dan Etika Debat Ilmiah dalam Islam

Freemasonry dan Teosofi

Islamic Science

Ukuran: 17×25 sentimeter

Tanggal Terbit : Maret 2019

Tebal: 1.269 halaman

Muqaddimah mengandung filosofi sejarah yang tidak diragukan lagi merupakan karya terbesar dari jenisnya yang pernah diciptakan (Ahli sejarah dari Inggris Arnold J Toynbee).

Plato, Aristoteles, dan Agustinus bukanlah teman sebaya Ibnu Khaldun. Semua yang lain tidak layak untuk disebutkan namanya bersama Ibnu Khaldun (Filsuf Inggris Robert Flint).

Definisi pemerintahan menurut Ibnu Khaldun adalah yang terbaik dalam sejarah teori politik (sosiolog Ernest Gellner).

Muqaddimah adalah bacaan wajib manusia di era digital (pendiri Facebook Mark Zuckerberg).

Masih banyak lagi orang yang memuji keilmuan Ibnu Khaldun, sang sejarawan dunia yang karyanya menjadi rujukan ilmuwan lintas abad dan peradaban. Pemikirannya menjadi jembatan ilmu yang  menghubungkan sosiologi, ekonomi, sejarah, antropologi, teologi, politik, dan lainnya. Oleh Ibnu Khaldun, ilmu-ilmu itu berkait kelindan yang dirajut dengan indah dalam sejumlah karya kelas dunia.

Orientalis asal Prancis Antoine Isaac Baron Silvestre de Sacy (1758-1838) diduga sebagai orang pertama yang meneliti dan menerjemahkan pengantar kitab yang berjudul lengkap al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wal Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam, wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan Al-Akbar. Artinya adalah kitab pelajaran dan arsip sejarah zaman permulaan dan akhir, mencakup peristiwa politik mengenai orang-orang Arab, non-Arab, dan Bangsa Barbar, serta raja-raja besar yang semasa dengan mereka. De Sacy memberi judul karya itu dengan Prolegomena. Dari kerja ilmiahnyalah bangsa Barat membaca Muqaddimah, kemudian mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan. Kemudian melahirkan kajian serius seperti Wealth of Nation Adam Smith, sosiolog Max Weber dan Bryan S Turner, serta banyak lagi.

Penerjemahan Muqaddimah diperbarui dan dilengkapi oleh pengkaji Islam asal Jerman, Franz Rosenthal pada abad ke-20. Dari sinilah, kajian Ibnu Khaldun kemudian masuk ke berbagai perguruan tinggi dan komunitas keilmuan modern.

Dalam Muqaddimah, Ibnu Khaldun mengawalinya dengan menjelaskan karakteristik bangsa-bangsa yang akan ia tulis. Misalnya, dia menjelaskan karakteristik orang barbar, bagaimana cara mereka hidup, apa yang mereka kerjakan dan seterusnya.

Tidak hanya itu, Ibnu Khaldun bahkan menjelaskan sampai pada posisi geografis, jumlah Muslim dan cuaca. Termasuk apa perbedaan orang yang tinggal di dataran tinggi dan pesisir. Penjelasan tersebut diutarakan agar para pembaca tidak keliru dalam melihat sejarah secara utuh dan menyeluruh.

Kitab Muqaddimah ini selesai ditulis pada 1377 Masehi. Namun, gagasan Ibnu Khaldun dalam buku ini tetap relevan untuk diaplikasikan dalam penyelesaikan masalah-masalah yang muncul pada era digital ini. Karena itu, kitab ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia.

Ibnu Khaldun memulai karyanya dengan pembahasan tentang lingkungan fisik manusia dan pengaruh terhadap dirinya, serta karakteristik nonfisik. Ini diikuti dengan diskusi tentang organisasi sosial primitif, karakter kepemimpinan di dalamnya, dan hubungan masyarakat primitif atau sama lain, serta hubungan mereka dengan bentuk kehidupan urban yang lebih maju.

Pembahasan lainnya adalah tentang tata negara: pemerintahan dan negara sebagai bentuk tertinggi organisasi sosial manusia. Juga membahas secara khusus tentang pemerintahan. Bagian ini mencakup diskusi tentang bagaimana perubahan terjadi dalam dinasti, yang dilengkapi dengan administrasi negara terkait. Kemudian penulis beralih ke kehidupan urban sebagai bentuk peradaban manusia paling maju. Kehidupan di dalamnya menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan mengaktualisasikan diri di sana.

Banyak ruang disediakan Ibnu Khaldun khusus untuk membahas peradaban yang lebih tinggi, perdagangan, kerajinan, keterampilan, keahlian, sains, ilmu pengetahuan, dan teknologi, yang dianggap sebagai kondisi dan konsekuensi kehidupan perkotaan, sehingga sangat diperlukan untuk memahami sejarah.

Melalui karya monumentalnya ini, Ibnu Khaldun telah berkontribusi banyak terhadap pemikiran manusia, termasuk pada perkembangan ilmu pengetahuan yang sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat modern. Dalam Muqaddimah, Ibnu Khaldun bahkan menyusun ilmu baru, yaitu ‘ilmu al-‘umran (ilmu peradaban).

Sarjana Jerman, Heinrich Simon, menyatakan bahwa Ibnu Khaldun adalah orang pertama yang mencoba merumuskan hukum-hukum sosial. Ashabiyah (solidaritas sosial) adalah inti pemikiran Ibnu Khaldun tentang badawah (nomadisme-ruralisme), hadharah (peradaban), serta tegak dan runtuhnya negara. Mendirikan negara adalah tujuan ashabiyah, khususnya yang nomadis. Kemewahan dan kesenangan kehidupan urban cenderung melemahkan ashabiyah ini.

Siapakah Ibnu Khaldun?

Dia adalah ulama kenamaan asal Maghrib (Tunisia). Keluarganya berasal dari Spanyol yang setelah dinasti Umayah di sana diruntuhkan Kerajaan Kristen yang dipimpin Ratu Isabella dan Pangeran Ferdinan, hijrah ke Maghrib. Di sana keluarga Ibnu Khaldun membaur dengan penguasa dari Murabithun (Almoravids) dan Muwahhidun (Almohad).

Hidup pada abad ke-14 M, dia hidup setelah peradaban tercerai berai karena Baghdad diluluhlantakkan pasukan Mongol pada abad ke-13 M dan runtuhnya kekuasaan Islam di Spanyol. Sejak itu, kekuatan Islam menjadi tak terpusat. Umat Islam, termasuk para ulama dan auliya’ menggencarkan hijrah, tradisi yang diinisiasi Rasulullah dahulu. Sehingga Islam semakin menyebar luas dan menjadi ajaran penuh kearifan.

Dalam situasi seperti itu, Ibnu Khaldun tumbuh menjadi manusia cerdas yang kaya ilmu. Sejak kecil dia sudah hafal Alquran, kemudian mendalami ajaran Islam dari ayahnya. Beranjak dewasa, dia menimba ilmu di Universitas Al-Qarawiyyin. Ini adalah salah satu pusat keilmuan atau perguruan tinggi tua warisan peradaban Islam, yang tetap aktif hingga detik ini.

Ibnu Khaldun kemudian mengkaji sejarah dunia secara mendalam, sehingga mampu mematahkan temuan sejarawan sebelumnya, seperti Al-Bakri, yang menyimpulkan wabah di Qebes (kota di Afrika) disebabkan karena penggali merusak atau melubangi kendi air saat menggali tanah di kota tersebut.

Ibnu Khaldun ‘membebaskan’ anasir sejarah dari takhayul semacam itu, dan menguatkan nalar saintifik dalam kajiannya. Dia datangi langsung kota tersebut. Dia perhatikan situasi di sana. Kemudian sampailah pada kesimpulan, bahwa kota Qebes sempit, sehingga sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. Ditambah lagi tata kota yang buruk, daerah banyak yang becek. Situasi kota tidak higienis, sehingga menjadi tempat tumbuh-kembang bakteri dan penyakit. Karena itulah kota tersebut diselimuti wabah. Siapa pun yang tinggal di sana pasti akan mengidap penyakit.

Masih banyak lagi ulasan menarik Ibnu Khaldun, yang selengkapnya dapat Anda baca Muqaddimah sambil menikmati kudapan menggugah selera. Semoga bermanfaat. []

Tags: Muqaddimah Ibnu Khaldun
Share43Tweet27Send
Previous Post

Primago Peduli Rampungkan Renovasi Pembangunan Pesantren Darul Hikam Bekasi

Next Post

Doa Pesantren Darul Hikam Bekasi untuk Muhsinin PRIMAGO

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result