Jakarta, Gontornews — Berbeda dari sebelumnya, untuk pertama kalinya penyelenggaraan Muslim Life Fest 2022 berkonjungsi dengan Muslim Life Trade. Acara berkonsep Bussiness to Bussiness (B to B) itu bertujuan meningkatkan jumlah produk halal Indonesia ke pasar ekspor.
Sebagai inisiator, Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPM) Rachmat Marpaung mengatakan siap memfasilitasi ratusan pelaku UKM siap ekspor. Rachmat menjelaskan ada sekitar 650 pembeli dari 9 negara di antaranya Bahrain, Pakistan, Jepang, dan Malaysia yang telah diundang untuk saling mengenal, membangun jaringan, bernegosiasi dan bertransaksi dalam zona khusus selama pameran berlangsung, baik secara daring maupun luring.
βMereka antusias dengan produk pertanian Indonesia, seperti kopi, lada, cengkeh dan produk pertanian lainnya. Karena masih dalam suasana pandemi, pelaksanaan bussiness matchmaking ini dilaksanakan secara lebih dinamis, bisa dilakukan secara hybrid yang disesuaikan dengan zona waktu masing-masing negara. Kami berharap para pelaku ekspor tetap bisa terkoneksi dengan para pembeli dari luar negeri,β kata Rachmat dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
βSedangkan secara offline, kami sudah menyiapkan zona khusus yang kondusif untuk kebutuhan pembeli,β sambung Rachmat.
Muslim Life Fest dan Muslim Life Trade mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Bank Indonesia (BI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pameran ini sekaligus menjadi bagian dari acara road to βIndonesia Sharia Economic Festival (ISEF)β 2022.
βKNEKS mendukung inisiatif KPMI dalam menyelenggarakan acara ini. Selain menggerakkan roda usaha para pelaku usaha industri halal, acara ini juga dapat membantu upaya peningkatan ekspor produk-produk halal Indonesia ke mancanegara sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Produk Halal Tahun 2024,β papar Putu Rahwidhiyasa, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS.
Berdasarkan data OKI Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota OKI, Indonesia menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3 persen. Dengan sumber daya yang dimiliki, Putu optimis Indonesia bisa menjadi pusat produsen produk halal dunia. [Mohamad Deny Irawan]





















