Jakarta, Gontornews — Indonesia pada hari Senin (12/4) menamai salah satu jalan raya strategisnya dengan nama Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.
Langkah itu sebagai tanggapan terhadap UEA yang pada bulan Oktober lalu memberi nama jalan di ibukota Emirat dengan nama Presiden Joko Widodo.
Jalan Indonesia yang diberi nama putra mahkota menghubungkan ibukota Jakarta ke zona industri utama di Provinsi Jawa Barat.
“Presiden menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan saya meresmikan penggantian nama jalan tol layang sepanjang 36 kilometer ini yang merupakan terpanjang di Indonesia,” ujar Sekretaris Negara Pratikno saat acara penamaan jalan yang dihadiri Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obaid Al-Dhaheri.
Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Perbaikan Jalan Kementerian, mengatakan penggantian nama jalan tol Jalan Layang MBZ Sheikh Mohammed bin Zayed mengikuti keputusan resmi yang dikeluarkan pada 8 April.
Joko Widodo meresmikan jalur layang itu pada Desember 2019, lebih dari dua tahun setelah pembangunannya dimulai pada Juli 2017.
Jalan tersebut melewati kota satelit ibukota Bekasi dan Cikarang di Provinsi Jawa Barat, lokasi kawasan pemukiman dan kawasan industri yang berkembang.
Jalan layang, yang biaya pembangunannya oleh BUMN Jasa Marga sebesar Rp 16 triliun ($1,1 miliar), digunakan untuk kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan jarak jauh, dengan hampir 200.000 mobil menggunakan jalan raya setiap hari.
Dibangun di atas jalan tol Jakarta-Cikampek, yang selalu padat dengan truk kontainer, bus antarkota, dan kendaraan pribadi, menjadikannya salah satu jalan tersibuk dan jalur kehidupan ekonomi di Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis mengatakan kepada Arab News bahwa penamaan jalan tol dengan nama putra mahkota menandakan hubungan yang semakin kuat antara kedua negara.
“Ini untuk menghormati kepemimpinan Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan dalam mendekatkan hubungan kedua negara dan lebih jauh menunjukkan persaudaraan yang kuat antara Indonesia dan UEA,” katanya.
Sementara itu Al-Dhaheri mengatakan bahwa negaranya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan tertinggi karena menamai jalan yang sangat strategis dan vital ini dengan nama Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi dan wakil komandan tertinggi pasukan bersenjata UEA.
“Saya memberitahu Anda bahwa kami sangat bangga dan senang mendapatkan penghargaan semacam ini dari Indonesia.” []


















