Tepi Barat, Gontornews — Kantor Berita Anadolu, Senin (12/4/2021), melaporkan bahwa di bulan Ramadhan warga Palestina berada di bawah bayang-bayang kesulitan ekonomi. Mereka menganggap blokade Israel dan pandemi Covid-19 membuat kondisi ekonomi masyarakat Palestina semakin memburuk.
Dalam catatan PBB, angka pengangguran di Gaza mencapai 2,1 juta orang. Tidak hanya itu, hampir 50 persen wilayah darat, laut dan udara Palestina diblokade oleh Israel. Sementara pandemi Covid-19 justru semakin memperburuk kondisi ekonomi Gaza.
Saat ini, lebih dari separuh penduduk jalur Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. βKami meminta pemerintah mengambil langkah serius untuk membantu kami pada situasi sulit seperti saat ini,β kata warga Palestina, Farooq Hashim Amar, kepada Anadolu.
Amar meminta kepada negara-negara Muslim untuk memberikan bantuan kepada rakyat Gaza.
Permasalahan semakin pelik karena otoritas kesehatan Gaza mencatatkan penambahan 200 kasus harian Covid-19 sejak awal Maret. Kini, Palestina telah melaporkan lebih dari 81.000 kasus positif dan 677 kematian akibat virus asal Cina tersebut.
Pandemi Covid-19 juga menyebabkan sistem kesehatan Palestina terancam hancur menyusul kurangnya pasokan obat-obatan dan keperluan medis. [Mohamad Deny Irawan]





















