15
Tonton Selengkapnya
34 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 5 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

NASA Temukan Planet Mirip Bumi

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
14 April 2017
in Sains
0

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS

Menggunakan teleskop Spitzer Space, astronom NASA merilis termuan planet baru di luar tatasurya. Namanya TRAPPIST-1. Memiliki tujuh planet pengorbit, tiga di antaranya berlokasi di zona aman, berbatuan dan berair.

Ilustrasi permukaan TRAPPIST-1f. Menurut NASA, tiga dari tujuh sistem planet luar itu punya ukuran dan karakteristik mirip Bumi.
Temuan yang dirilis jurnal Nature (23/2) itu merupakan catatan baru dan penting dalam perburuan planet luar. Bayangkan, ada tujuh planet baru mengorbit bintang tunggal. Tiga di antaranya berada pada zona aman yang memungkinkan menjadi habibat baru makhluk hdup. Planet itu memiliki batuan, sumber air dan punya atmosfir yang mendukung proses kehidupan.
“Temuan ini menjadi amat bermakna mengisi teka-teki pencarian planet di luar tatasurya yang dapat menjadi ekosistem baru yang kondusif terhadap kehidupan,’’ kata Thomas Zurbuchen, pekabat di Direktorat Misi Sains NASA di Washington. “Langkah berikutnya, adalah menjawab pertanyaan apakah planet-planet baru itu dapat menjadi kawasan hunian alternatif? Pilihan ketika kelak Bumi tak lagi sanggup mendukung berlanjutnya kehidupan,’’ tambahnya.
Zona Layak Huni
Tujuh planet itu diketahui sama-sama mengorbit bintang tunggal yang relatif redup dan dingin. Bintang katai ini disebut TRAPPIST-1. ‘’Kami berani mengatakan, tiga planet di antaranya adalah termasuk habitable zone,’’ ungkap Zurbuchen.
Dia juga berkeyakinan sistem TRAPPIST-1 jauh lebih menarik perhatian dibanding temuan exoplanet Gliese 667C pada tahun 2013. Ditemukan tim astronom Jerman dan Inggris, bintang Gliese 667C punya masa sepertiga matahari, berlokasi di konstelasi gugus bintang Scorpius dan berjarak jarak 22 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang katai TRAPPIST-1 memiliki tujuh planet pengorbit. Tiga di antaranya mirip Bumi.
Sistem planet TRAPPIST-1 terletak di kontelasi gugus bintang Aquarius. Berjarak sekitar 235 tirlyun mil atau sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Oleh karena berlokasi di luar sistemtatasurya, maka sistem planet itu secara ilmiah disebut sebagai sistem eksoplanet atau planet luar.
Nama TRAPPIST-1 sendiri berasal dari akronim nama teleskop di Chili, yakni: The Transiting Planets and Planetesimals Small Telescope (TRAPPIST). Pada Mei 2016, para astronom pengguna teleskop ini berhasil menemukan sistem eksoplanet itu. Dibantu beberapa teleskop lain, seperti Very Large Telescope milik European Southern Observatory’ (ESO), teleskop Spitzer mengkonfirmasi keberadaan dua dari tiga planet ini. Sementara lima planet lain teramati kemudian sehingga sistem tujuh planet baru itu dipastikan keberadaannya. Hasil observasi tim NASA ini kemudian resmi dipublikasi jurnal Nature edisi 23 Februari 2017.
Mirip Bumi
Menggunakan data Spitzer, tim mencoba mengukur ukuran dimensi dan massa dari planet-planet itu, dengan terlebih dahulu menaksir densitas masing-masing. Berdasarkan analisis densitasnya, semuat planet dalam sistem TRAPPIST-1 memiliki batuan. Observasi lanjutan sedang dilakukan untuk memastikan bahwa planet itu tidak saja punya sumber air, melainkan apakah ada air mencar (siap pakai) di permukaan planetnya.
Enam planet pertama sudah diperkirakan dimensi dan karakteristik utamanya. Sementara itu, besaran masa dari planet ketujuh atau planet terjauh diakui belum dapat diperkirakan. Tetapi, para saintis percaya itu seperti efek bola salju, tinggal menunggu waktu.
“Dari tujuh planet anggota tata TRAPPIST-1, satu di antaranya punya ukuran seperti Bumi. Da juga berbatu, berair, dan memiliki atmosfir,” jelas Michael Gillon, penulis utama jurnal serta peneliti senior dalam program TRAPPIST Exoplanet Survey di University of Liege, Belgia. “Saya berani menyimpulkan, ini target terbaik dalam studi mencari planet baru yang berpotensi menjadi kawasan hunian alternatif,’’ tegasnya.
Ilustrasi sistem TRAPPIST-1 beserta perkiraan dimensi dan jarak orbitnya.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Berbeda dengan sistem tatasurya (Matahari) kita, TRAPPIST-1 termasuk bintang katai yang relatif redup dan dingin. Temuan ini menarik karena memungkinkan air cair bisa bertahan di planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Jaraknya, lebih dekat daripada jarak planet-planet di tata surya kita. Ketujuh planet di TRAPPIST-1 mengorbit pada lintasan yang lebih dekat ketimbang lintasan Merkurius pada tatasurya. Planet-planet itu juga berjarak sangat dekat satu sama lain. Jika seseorang berdiri di salah satu permukaan planet, mereka bisa menatap dan berpotensi melihat fitur geologi atau awan planet tetangganya, yang kadang-kadang akan muncul lebih besar dari bulan di langit Bumi.

Pasang Surut
Sebagai konsekuensinya, planet-planet juga dapat mengalami pasang surut yang terkait langsung dengan aktivitas bintangnya. Kondisi siang dan malam bisa berlangsung ekstrim, ada wilayah yang abadi maupun malam abadi. Ini bisa berarti mereka memiliki pola cuaca benar-benar tidak seperti di Bumi, seperti angin kencang bertiup dari siang hari ke malam hari. Demikian pula ada perubahan suhu yang ekstrim.
Spitzer, teleskop inframerah yang membuntuti bumi yang mengorbit matahari, cocok untuk mempelajari TRAPPIST-1 karena bintang bersinar terang dalam cahaya inframerah, yang panjang gelombang lebih panjang dari yang dapat dilihat mata.
Pada musim gugur 2016, Spitzer mengamati TRAPPIST-1 hampir terus-menerus selama 500 jam. Spitzer diposisikan secara unik dalam orbitnya untuk mengamati lintasan planet saat mengorbit bintangnya untuk mengungkapkan arsitektur kompleks dari sistem planet luar. Selama lima tahun, para insinyur telah mengoptimalkan kemampuan Spitzer untuk dapat mengamati planet-planet yang transit selama “misi hangat” Spitzer.
“Ini adalah hasil yang paling menarik yang saya lihat dalam 14 tahun operasi Spitzer,” kata Sean Carey, manajer Spitzer Science Center NASA di Caltech / IPAC di Pasadena, California. “Spitzer akan menindaklanjuti observasi pada musim gugur untuk lebih menyempurnakan pemahaman kita tentang planet ini. Selanjutnya observasi lanjutanpe diharapkan dapat mengungkapkan lebih banyak rahasia,” tambah Sean.
Menindaklanjuti penemuan Spitzer, teleskop antariksa Hubble NASA telah mulai memonitor planet-planet ekso tersebut, termasuk tiga di sntaranya masuk dalam zona layak huni. Pengamatan ini bertujuan menilai keberadaan atmosfer hidrogen yang dominan seperti di sekitar Neptunus.
Teleskop panorama 360 derajat ini mampu menggambarkan permukaan sebuah planet yang baru terdeteksi., “Sistem TRAPPIST-1 memberikan salah satu peluang terbaik pada dekade berikutnya untuk mempelajari atmosfer sekitar planet seukuran Bumi,” kata Nikole Lewis, co-leader dari astronom Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland.

Observasi Lanjutan
Sementara itu, NASA juga sudah mengerahkan teleskop Kepler untuk mempelajari sistem TRAPPIST-1. Termasuk melakukan pengukuran perubahan sangat kecil di bintang dan saat planet-planet transit dan mengorbit. Misi observasi melalui K2 diharapkan dapat mengungkap informasi lebih rinci dan menyeuruh. Hasil analisa terakhir direncanakan tersedia dalam waktu dekat.
Melengkapi observasi menggunakan teleskop Spitzer, Hubble, dan Kepler, pihak NASA terus memperbaiki fasilitas riset para astronomnya. Tahun 2018, misalnya, sudah dijadwalkan sebagai waktu peluncuran James Webb Space Telescope. Dengan sensitivitas yang jauh lebih besar, teleskop James Webb konon dapat mendeteksi sidik jari dari kimia air, metana, oksigen, ozon, dan komponen lain dari atmosfer suatu planet. Webb juga akan menganalisis suhu planet ‘dan tekanan permukaan, yang diyakini menjadi faktor kunci dalam menilai kelayakhunian mereka sebagai planet alternatif. [Dedi Junaedi]

Tags: DitemukanEksoplanetMirip BumiNASA
Share9Tweet6Send
Previous Post

Dubai Siapkan Kereta Supercepat Hyperloop

Next Post

Efek Brexit Menurut Stephen Hawking

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result