New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Jum’at (20/11), memperingatkan dunia bahwa pandemi menghancurkan ekonomi negara berkembang. Pernyataan tegas Guterres ini terlonar jelang pertemuan G20 secara virtual dengan Arab Saudi sebagai tuan rumah pertemuan tahunan tersebut.
“Negara-negara berkembang berada di jurang kehancuran finansial. Meningkatnya angka kemiskinan, kelaparan serta penderitaan tak terhitung,” kata Guterres sebagaimana dilansir Reuters.
“Kami tidak membiarkan pandemi Covid-19 menyebabkan pandemi hutang,” imbuhnya.
Guterres menghimbau negara-negara anggota G20 untuk memperpanjang dan menangguhkan pembayaran hutang guna membantu negara berkembang dan negera berpenghasilan rendah untuk pulih.
“Saya mendorong perpanjangan lebih lanjut hingga akhir 2021 dan untuk memperluas cakupan inisiatif ini ke semua negara berkembang dan berpenghasilan menengah yang lebih membutuhkan,” ucapnya.
Sebagaiman terlampir dalam draf komunike G20, para pemimpin negara mencatat bahwa pandmi telah menghantam kelompok masyarakat paling rentan. Beberapa negara bahkan membutuhkan keringanan dalam pembayaran hutang yang berakhir pada Juni 2021 mendatang.
“Kami menghadapi ujian kebijakan yang cukup epik. Pada akhirnya, kami mengalami ujian moral. Triliunan dolar yang dibutuhkan untuk pemulihan Covid-19 merupakan uang yang kita pinjam dair generasi mendatang. setiap sen terakhir,”
“Kita tidak dapat menggunakan sumber daya itu untuk mengunci kebijakan yang membebani mereka dengan segunung hutang pada planet yang sudah rusak dan berbahaya ini,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















