pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 6 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Negara Berada di Balik Ratusan Korban Pemilu?

Oleh Ma'mun Murod Al-Barbasy, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
5 May 2019
in Kolom
0
Negara Berada di Balik Ratusan Korban Pemilu?

Korban kejahatan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal sudah tembus lebih dari 400 orang. Kebanyakan korban merupakan pelaksana pemilu di level paling bawah. Semoga korban tidak terus bertambah dan secara bertahap menyasar pelaksana pemilu sampai ke tingkatan yang paling atas, seiring terus berprosesnya penghitungan suara ke tahapan yang lebih atas.

Meskipun korban terus bertambah, berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan misalnya korban “bom Bali”, namun sikap negara tampak masih begitu dingin. Nyaris tak ada sikap negara yang pantas mendapat apresiasi. Bagaimana mau memberikan apresiasi kalau menyikapi begitu banyak korban, negara kecuali hanya bicara soal santunan terhadap korban meninggal dan yang masih dirawat di rumah sakit. Ini sikap yang menjengkelkan dan tak patut dipertontonkan oleh institusi bernama negara.

Negara misalnya tak ada upaya untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang mandiri yang melibatkan banyak pihak untuk mengusut kasus yang tak lazim dalam sejarah pemilu di Indonesia.

Semestinya negara mengambil inisiatif membentuk tim khusus untuk menyelidiki lebih jauh atas jatuhnya korban yang berjumlah ratusan tersebut.
Dingin dan tak acuhnya negara ini patut dicurigai atau diduga bahwa negara sebenarnya berada di balik jatuhnya banyak korban tersebut.

BACA JUGA

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Sebagai pelaksana pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), setidaknya yang tergambar dari pernyataan Ketua KPU Arif Budiman juga terkesan mencoba menyederhanakan masalah bahwa jatuhnya banyak korban itu lebih karena kelelahan. Ini cermin pernyataan dari seorang yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap “anak buahnya” yang menjadi korban.

Bagaimana mungkin “kelelahan” dijadikan sebagai kambing hitam atau faktor tunggal yang determinan atas jatuhnya ratusan korban tersebut.
Sikap ini diambil jangan-jangan karena KPU sudah merasa menjadi bagian dari negara (terstruktur) sehingga tidak merasa perlu untuk secara serius melihat kemungkinan adanya faktor lain di luar faktor “kelelahan” sebagai penyebab jatuhnya banyak korban, misalnya dengan menyebut atau menuduh bahwa institusi negara berada di balik jatuhnya banyak korban.

Menyebut bahwa ratusan korban meninggal semata karena faktor kelelahan jelas sangat sulit dinalar oleh akal sehat. Kalau korban jatuh hanya di kisaran angka satu atau dua digit mungkin masih bisa dipahami untuk menyebut kelelahan sebagai penyebab utama kematian. Sementara korban saat ini sudah mencapai ratusan orang, tak seharusnya kelelahan dijadikan sebagai alasan utama. Kalau kelelahan menjadi alasan utama, seharusnya bukan (hanya) penyelenggara pemilu, tapi para caleg (yang secara serius) berbulan-bulan turun di daerah pemilihan dengan tingkat kecapaian yang luar biasa, semestinya yang jadi korban.

Kalau alasan pemilu serentak menjadikan para petugas pemilu kelelahan dan kemudian meninggal juga tidak sepenuhnya benar dan cenderung berlebihan.

Kalau dari sisi waktu pelaksanaan, Pemilu 2019 sebenarnya tak berbeda jauh dengan Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Bedanya, bila Pemilu 2009 dan 2014 hanya memilih empat kertas suara, sementara pada Pemilu 2019 tambah menjadi lima kertas suara: plus kertas suara pilpres. Dari beberapa TPS, tercatat penghitungan suara pilpres hanya memakan waktu kurang lebih sejam. Artinya, bila dibandingkan Pemilu 2009 dan 2014,.maka waktu pelaksanaan Pemilu 2019 praktis hanya bertambah sejam, sehingga tidak beralasan kalau bertambahnya waktu sejam menyebabkan petugas pemilu menjadi kelelahan.

Selain alasan kelelahan, semestinya KPU Pusat harus mencoba mencari menyebab lain atas jatuhnya ratusan korban. Penyebab lain sangat mungkin dilakukan oleh makhluk bernama negara yang dalam pengertian Weber memang mempunyai kewenangan untuk melakukan tindak kekerasan.

Representasi negara dalam konteks Pemilu 2019 tentu melekat pada petahana. Karenanya, yang potensial untuk melakukan tindak kekerasan politik adalah petahana.
Negara bisa sangat mungkin melakukan kejahatan pada dua hal. Pertama, menekan pelaksana pemilu untuk memenangkan petahana, tentu dengan segala cara, yang setidaknya tergambar dari beragam modus kecurangan yang terjadi. Tekanan harus memenangkan petahana sangat mungkin membuat seseorang merasa tertekan dan bercampur depresi. Satu sisi -mungkin- mereka mencoba bersikap jujur dan adil sebagai penyelenggara pemilu, namun di sisi lain mereka mendapat tekanan hebat untuk memenangkan petahana. Akibatnya mereka tidak hanya stress, tapi juga mengalami depresi yang berujung pada kematian. Banyak fakta di lapangan tentang hal ini, termasuk tekanan berupa tawaran uang dalam jumlah sangat besar untuk pelaksana pemilu di tingkat kecamatan kalau berhasil memenangkan (baca: mengubah) suara petahana yang kalah menjadi menang.

Kedua, belajar dari pengalaman kematian yang terasa janggal yang kerap menimpa beberapa orang yang bersinggungan dengan kekuasaan, seperti yang menimpa Ketua KPU Husni Kamil Manik, sangat mungkin juga kematian ratusan orang penyelenggara pemilu ini juga bagian dari rekayasa negara untuk agenda kemenangan petahana. Semoga dugaan saya ini salah.

Tags: JanggalKorbanPemilu
Share25Tweet16Send
Previous Post

Gubernur Anies Sambut Para Imam Palestina

Next Post

Berbagai Negara di Dunia Tetapkan Awal Ramadhan 1440 H 6 Mei

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.πŸ“Œ Yang ditampilkan:
βœ… Logo/Nama Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Media Sosial (jika ada)πŸ’š Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result