Maiduguri, Gontornews — Tiga pembom telah menewaskan setidaknya 19 orang, dan juga diri mereka sendiri, dalam serangan di pasar ikan di Nigeria timur laut.
Sebanyak 70 orang lainnya cedera saat penyerang meledakkan bahan peledak mereka pada hari Jumat (16/2) malam, sekitar 20 km dari pusat Maiduguri, di negara bagian Borno, kata polisi.
Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan tersebut, namun penggunaan pelaku bom bunuh diri di tempat ramai merupakan ciri khas Boko Haram, sebuah kelompok bersenjata yang melakukan perlawanan kekerasan di daerah tersebut sejak 2009.
Babakura Kolo dan Musa Ari, dari Satuan Tugas Bersama Sipil (CJTF) yang membantu tentara Nigeria melawan Boko Haram, mengatakan bahwa semua pelaku pemboman laki-laki.
“Dua pembom menyerang pasar ikan Tashan Kifi. Empat menit kemudian, seorang pembom ketiga menyerang di dekatnya,” kata Kolo seperti dikutip oleh kantor berita AFP.
“Para korban termasuk 18 warga sipil dan satu tentara. Tashan Kifi adalah pasar informal yang berfungsi sebagai restoran, pasar dan juga tempat hang-out untuk warga.”
Ari mengatakan, 22 dari 70 orang yang terluka dalam kondisi kritis. Ia menambahkan bahwa “tidak diragukan lagi” Boko Haram berada di balik serangan tersebut.
Negara bagian Borno adalah bagian dari Nigeria yang paling parah terkena serangan Boko Haram.
Pemboman terus berlanjut meski ada penegasan ulang oleh pemerintah dan militer sejak tahun 2016 telah mengalahkan Boko Haram, yang bertujuan untuk menciptakan negara Islam di timur laut Nigeria.
Presiden Muhammadu Buhari mulai menjabat pada tahun 2015 dengan janji untuk meningkatkan keamanan bagi warga Nigeria biasa.
Konflik dengan Boko Haram telah membunuh lebih dari 20.000 orang dan memaksa lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah mereka. [Rusdiono Mukri]





















