Abuja, Gontornews — Orang-orang bersenjata menyerang desa-desa di negara bagian Plateau di utara-tengah Nigeria, kata pihak berwenang pada Selasa (16/5).
Laman dw.com merilis, di Nigeria barat laut dan tengah telah lama terjadi bentrokan antara petani dan penggembala yang memperebutkan air dan tanah. Krisis keamanan telah menyebabkan ribuan kematian di wilayah itu.
Biasanya tidak ada kelompok yang bertanggung jawab atas serangan semacam itu dan penangkapan jarang terjadi.
Krisis keamanan Nigeria akan menjadi masalah mendesak bagi presiden terpilih Bola Tinubu, yang akan menjabat akhir bulan ini.
Pihak berwenang Nigeria mengatakan bahwa 29 orang tewas dalam serangan itu dan rumah-rumah dibakar.
Kantor berita Associated Press (AP) mengutip penduduk yang mengatakan bahwa banyak penduduk desa yang belum ditemukan hingga Selasa malam.
Para penyerang menargetkan tiga desa di daerah Mangu di negara bagian Plateau pada Senin malam.
Gubernur Dataran Tinggi Simon Lalong mengatakan dia terganggu oleh serangan itu dan mengerahkan pasukan keamanan untuk mencari para tersangka.
“Dia (gubernur) menggambarkan ini sebagai upaya lain oleh pedagang krisis dan penjahat untuk mengembalikan negara bagian ke hari-hari kelam dan penderitaan,” kata jurubicara Lalong, Makut Macham.
Lalong mengerahkan badan tanggap darurat untuk mengunjungi masyarakat yang terkena dampak guna membantu para korban dan keluarganya.
“Daerah Mangu memberlakukan jam malam 24 jam untuk memastikan krisis tidak menjalar ke daerah lain,” kata jurubicara polisi Alfred Alabo. []





















