Depok, Gontornews — Ustadz Bendri Jaisyurrahman pada sebuah Kajian Fiqih Keluarga yang diselenggarakan oleh Rumah Ilmu Al-Hilya berhasil menarik perhatian peserta atas tema yang disampaikannya yakni Izinkan Aku Bersyukur.
Kepada Gontornews.com Ustadz Bendri menjelaskan bahwa orang kalau syukur efeknya hati lapang. Sebab rasa syukur itu identik dengan kelapangan. “Kalau hatinya masih sesek berarti belum bersyukur karena masih mikir,” tambah sang guru. Lalu kenapa kita sulit mengucap syukur, jawabnya karena setan selalu menghiasi kehidupan dengan kesempitan dan kekurangan.
Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa banyak dari penghuni neraka adalah perempuan. Mengapa demikian? Pertama, karena jumlah perempuan lebih banyak sehingga berpeluang lebih banyak masuk neraka.
Kedua, ada sifat perempuan kalau dibiarkan sifat buruk ini, maka ia akan terjerumus ke neraka. Meski mereka banyak beriman, tapi kebanyakan dari mereka itu kufur sama suami dan kebaikan suaminya.
Sehingga diantara obat kita untuk bersyukur itu adalah jangan membandingkan kepunyaan kita dengan kepunyaan orang yang terlihat lebih baik. Sebab semua yang kita punya adalah yang terbaik untuk kondisi kita saat ini.
Rumput tetangga lebih baik dari rumput sendiri, tapi kita tidak tau berapa tagihan listriknya yang ternyata sangat besar untuk menghijaukannya. Kita tidak tahu soal itu.
Allah memberikan sesuatu itu pasti tidak sempurna, tapi bagaimana cara kita untuk selalu bisa mensyukurinya. Karena Allah Tahu apa yang dibutuhkan oleh kita.
Menjalani bahtera pernikahan tentu tidak akan mulus damai tanpa rintangan karena pasangan dan diri kita sendiri tidaklah sempurna. “Hal yang membuat rumah kita itu akhirnya bak neraka karena hari-hari kita dihantui dengan kekurangan pasangan karena dibandingkan dengan orang lain yang lebih baik,” pungkas Ustadz Bendri, Selasa (28/2/23). [Edithya Miranti]





















