Riyadh, Gontornews — Negara-negara Teluk mengecam upaya Houthi untuk menyerang Khamis Mushayt, wilayah selatan Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat tak berawak (drone) bermuatan bahan peledak.
Pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak itu, yang diluncurkan oleh militan yang didukung Iran dari Yaman, kata koalisi Arab pada Sabtu (29/5) pagi.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengutuk keras serangan Houthi yang digagalkan itu. Ia menambahkan bahwa tindakan teroris ini merupakan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan Kerajaan Arab Saudi dan ancaman serius bagi keamanan dan keselamatan warga dan penduduknya, kantor berita negara SPA melaporkan sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Uni Emirat Arab (UEA) juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas dan segera untuk menghentikan tindakan berulang semacam itu.
Ia menekankan bahwa berlanjutnya serangan ini merupakan eskalasi yang berbahaya dan bukti baru dari upaya milisi Houthi untuk menghancurkan keamanan dan stabilitas di kawasan.
“Kelanjutan dari serangan teroris tersebut mencerminkan pembangkangan terang-terangan dari komunitas internasional dan meremehkan semua hukum dan norma internasional,” tulis SPA mengutip pernyataan UEA.
Sementara itu, Dr Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, sekretaris jenderal Organisasi KerjaSama Islam (OKI), menegaskan dukungan organisasi tersebut untuk semua tindakan yang diambil oleh Kerajaan demi melindungi tanah, keamanan, dan stabilitasnya.
Adel Abdulrahman Al-Asoumi, ketua Parlemen Arab, juga meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera terhadap milisi Houthi.
Houthi telah meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi, menargetkan fasilitas sipil dan vital, di tengah meningkatnya kecaman internasional dan Arab.
Pada hari Jumat, koalisi mencegat pesawat tak berawak yang menargetkan wilayah selatan Kerajaan.
Pejabat pertahanan sipil juga mengatakan pada hari Rabu bahwa beberapa rudal yang ditembakkan oleh milisi dari dalam Yaman menghantam Kerajaan.
Letnan Kolonel Mohannad bin Jasser Zailai, wakil juru bicara untuk Direktorat Pertahanan Sipil di wilayah Jazan, mengatakan pihak berwenang yang mengunjungi lokasi tersebut menemukan lima rudal di dekat jalan utama salah satu desa perbatasan di Jazan. Juru bicara itu mengatakan tidak ada korban yang dilaporkan.
Houthi juga berulang kali menyerang bandara Abha dalam beberapa tahun terakhir. []























