Kairo, Gontornews — Tentara Mesir mengatakan telah menewaskan 16 pejuang dan memenjarakan lebih dari 30 lainnya dalam sebuah operasi militer yang diluncurkan di Semenanjung Sinai utara.
Juru bicara militer Kolonel Tamer Rifai mengatakan pada hari Ahad (11/2), puluhan target hancur akibat serangan udara, termasuk kendaraan, depot senjata, dan pusat komunikasi.
“Angkatan udara menargetkan dan menghancurkan 66 sasaran yang digunakan oleh elemen teroris untuk bersembunyi dari serangan udara dan artileri,” kata Rifai dalam sebuah pernyataan sebagaimana dirilis Aljazeera.
Mesir meluncurkan operasi keamanan “komprehensif” yang melibatkan tentara, angkatan laut dan angkatan udara negara itu, dengan tujuan mendesak kelompok bersenjata keluar dari Semenanjung Sinai, bagian dari Delta Sungai Nil dan Delta Barat pada hari Jumat.
Mesir telah bertahun-tahun berjuang melawan kampanye anti-pemerintah bersenjata di Semenanjung Sinai, yang telah meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.
Pada bulan November 2017, setidaknya 235 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di Bir al-Abed, sebuah kota di Provinsi Sinai Utara.
Setelah itu, Presiden Abdel Fattah el-Sisi memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk memulihkan ketertiban di wilayah tersebut, dengan menggunakan semua kekuatan yang diperlukan.
Mesir akan melaksanakan pemilu bulan depan. Hasilnya diprediksi el-Sisi akan menang dengan mudah. [Rusdiono Mukri]






















