Ponorogo, Gontornews — Maraknya tren berpacaran memang sangat berpengaruh pada keselamatan generasi muda. Akibatnya, tingkat pelecehan seksual, pemerkosaan, juga seks bebas yang berakibat pada hamil di luar nikah pun meningkat.
βKejadian memprihatinkan tersebut, tentu menjadi teguran besar bagi para pendidik, khususnya para orangtua,β ujar Dr Abid Rohmanu, MHI kepada Gontornews.com.
Orangtua, lanjut kaprodi Ahwal Syakhsiyah, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, STAIN Ponorogo ini, seharusnya selalu mengawasi lingkungan tempat anak bersosialisasi agar kasus perzinahan tidak terjadi.
Mirisnya, terkadang ada orangtua yang justru mengizinkan anaknya untuk segera memiliki pacar. Artinya mereka mengizinkan anaknya ikut terjerumus ke lubang perzinahan sedikit demi sedikit.
βOleh karena itu, orangtua hendaknya mulai mengajarkan anak cara menutup aurat yang syarβi, menjaga pandangan dengan lawan jenis, atau batasan berhubungan antara pria dan wanita sesuai ajaran Islam,β terang Dr Abid.
Sejak dini, orangtua juga hendaknya sudah menjaga jarak anak dari lingkungan yang buruk. Alasannya karena pergaulan di luar lingkup keluarga amat sangat besar pengaruhnya.
Dan lagi-lagi, sambung ayah empat orang anak ini, ketika kasus seks bebas terus merajalela, para orangtua hendaknya mulai belajar mengenalkan pendidikan seks kepada anak. Tentunya dengan cara-cara yang baik dan benar.
Karena jika terlambat, maka besar kemungkinan anak justru akan terlebih dahulu mengenal seks sendiri. βBaik melalui internet atau lewat teman, yang mungkin justru lebih vulgar dan kelewat batas,β pungkasnya.




















