Islamabad, Gontornews — Pemerintah Pakistan telah mengehentikan layanan kereta api yang menuju India serta melarang pemutaran film – film India di Pakistan. Hal itu sebagai upaya menekan Pemerintah India atas kebijakan mencabut status khusus untuk Kashmir.
Pemerintah Pakistan melalui Menteri Luar Negeri, Shah Mehmood Qureshi kepada wartawan mengatakan, Pakistan akan selalu memperjuangkan hak-hak orang yang tinggal di Kashmir.
Menanggapi soal pencabutan status khusus untuk Kashmir, Pakistan akan terus mencari opsi politik diplomatik termasuk mencari dukungan ke PBB.
“Kami tidak melihat opsi militer. Kami tidak,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah India melalui Perdana Menteri Narendra Modi minggu ini telah mencabut hak mayoritas Muslim Jammu dan Kashmir untuk merancang hukumnya sendiri dan memungkinkan orang-orang dari luar kawasan itu untuk membeli properti di Kashmir, sebagai upaya untuk memperketat cengkeramannya atas wilayah yang diperebutkan.
Hingga saat ini, komunikasi di Kashmir masih belum bisa berfungsi lantaran jaringan seluler dan layanan internet telah ditangguhkan dan setidaknya 300 politisi dan separatis ditahan untuk mencegah protes.
Namun demikian, Para pemimpin Kashmir telah memperingatkan akan melakukan serangan balasan ke pemerintah India dan Pakistan.[Devi Lusianawati]




















