Ramallah, Gontornews — Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan tidak ada negara yang berhak berbicara atas nama Palestina kecuali Palestina sendiri. Menurutnya, Palestina akan berbicara untuk tujuan pribadi.
“Mulai sekarang, tidak ada pihak yang berwenang untuk berbicara atas nama kami. Kami hanya berbicara untuk tujuan kami,” kata Mahmoud Abbas saat melakukan video konferensi bersama ketua kelompok Palestina di Ramallah dan Beirut.
“Tekanan kepada kami semakin meningkat sejak awal tahun. Arab tidak mematuhi komitmen keuangan mereka terhadap kami,” sambung Abbas sebagaimana dilansir Anadolu.
Pertemuan internal yang diselenggarakan Palestina dilakukan guna mencegah rencana aneksasi Israel di Tepi Barat. Pada saat yang bersamaan, Uni Emirat Arab mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatiknya dengan Israel.
Dalam pertemuan tersebut, Abbas juga menolak Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara mediator negosiasi dengan Israel. Ia pun menyerukan konferensi perdamaian internasional berada di bawah pengawasan PBB berdasarkan inisiatif perdamaian negara-negara Arab.
Sementara itu, kepala Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan pembentukan koalisi regional dilakukan agar Israel masuk ke negara-negara Arab melalui normalisasi.
“Kami sedang melalui periode berisiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini kami berada dalam ancaman strategis terhadap perjuangan Palestina dan kawasan,” kata Haniyeh.
Lebih lanjut, Haniyeh menyerukan inisiasi politik untuk mengakhiri Kesepakatan Oslo agar mendapatkan kembali persatuan di Palestina.
Sebagaimana diketahui, UEA dan Israel mengumumkan perjanjian normalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat sebagai mediator. Salah satu bentuk kesepakatan yang dihasilkan adalah membuka kedutaan di negara masing-masing.
Otoritas Palestina dan faksi perlawanan Palestina mengecam kesepatan UEA dan Israel tersebut. Mereka menyebut kesepakatan tersebut tidak mewakili kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. [Mohamad Deny Irawan]





















