Dhaka, Gontornews — Setidaknya 12 orang, termasuk anak-anak, tewas setelah menderita luka bakar akibat ledakan alat pendingin ruangan di sebuah masjid di Narayanganj, Jumat (4/9). Kepala Rumah Sakit Sheikh Hasina National Institute of Burn and Plastic Surgery (SHNIBP) di Dhaka, dr Samanta Lal Sen, melaporkan 25 orang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saat ini, 25 orang korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkap Samanta Lal Sen kepada Dhaka Tribune.
Otoritas terkait mengonfirmasi ledakan terjadi di Masjid Baitus Salah Jame pada pukul 9 malam jelang berakhirnya ibadah shalat Isya. Akibat insiden tersebut, mayoritas korban mengalami luka bakar masif di sekujur tubuh.
“Sebagian besar korban mengalami luka bakar 60 sampai 70 persen dari keseluruhan tubuh,” ungkap kepala kepolisian Narayanganj, Fatullah Aslam Hossain.
Saksi mata mengatakan ada 5 sampai 6 orang jamaah selamat yang berhasil keluar dari masjid. Sementara mereka yang mengalami luka bakar parah ditemukan tergeletak di lantai. Warga sekitar masjid lantas membawa korban ke rumah sakit Victoria di Narayanganj dan ke SHNIBP di Dhaka.
Wakil Asisten Direktur Pemadam Kebakaran Narayanganj, Abdullah Al Arefin, mengatakan setidaknya enam pendingin ruangan di lantai atas masjid meledak.
“Saluran pipa gas di bawah masjid mengalami kebocoran. Kami menduga, bocoran gas tersebut menumpuk di dalam saat jendela ditutup. Ledakan itu mungkin dipicu percikan api ketika seseorang menghidupkan atau mematikan alat pendingin ruangan,” tutur Abdullah Al Arefin.
Senada dengan Al Arefin, seorang warga bernama Abu Thalhah melaporkan bahwa pengurus masjid telah mengajukan pengaduan atas kebocoran pipa gas.
Inspektur Polisi Narayanganj, Md Zayedul Alam, lantas membentuk tim penyelidik untuk mengusut insiden mematikan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















