Gaza, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil membangun Sumur Wakaf untuk warga Abu Ramez Baroud Gaza yang tidak mempunyai kecukupan sumber air bersih. Kekeringan terjadi tiap kali kemarau. Warga pun mengandalkan bantuan air bersih dari lembaga kemanusiaan atau membeli air.
Wilayah yang berada utara Gaza ini menjadi tujuan Global Wakaf – ACT. Sejak pertengahan Agustus lalu, program Sumur Wakaf tengah dikerjakan dengan target kedalaman 52 meter.
Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response – ACT menerangkan bahwa Sumur Wakaf dibutuhkan oleh lebih dari 60 keluarga yang tinggal di lahan tersebut.
“Sumber air di Gaza sebenarnya sudah sangat tercemar. Hal ini diperparah dengan iklim, warga yang tinggal di tanah Abu Ramez Baroud pun sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” jelas Said dilansir dari laman ACTNews, Jum’at (4/9).
Di wilayah itu pula tinggal para pekebun Zaitun. Mereka memenuhi kebutuhan hidup dari hasil kebun. Penjualan yang tidak seberapa masih harus mereka sisihkan untuk membeli air.
Public Radio International melaporkan, sejak 20 tahun lalu, 85 persen air minum di Gaza terkontaminasi. Pada 2018, mereka menemukan fakta memprihatinkan bahwa kadar kontaminasi meningkat menjadi 97 persen. Padahal, mengonsumsi air terkontaminasi adalah masalah serius bagi kesehatan. Sejumlah penyakit seperti diare, penyakit ginjal, pendek (stunting), hingga gangguan kecerdasan adalah risikonya.
“Bagi Sahabat Dermawan bisa juga mendukung dapat langsung mengunjungi website Indonesia Dermawan atau transfer melalui nomor rekening BNI Syariah #6600000346 atas nama Yayasan Global Wakaf,” ajak Said.






















