New York, Gontornews — Pandemi Covid-19 di AS, khususnya, New York menyebar cepat. “Melesat seperti kereta cepat,” kata Gubernur Cuomo.
Sampai, Rabu (25/03) malam, telah dikonfirmasi ada 32,966 orang terinfeksi. 366 di antaranya telah meninggal. Jumlah kasus dan kematian di New York tertinggi di antara negara-negara bagian lainnya.
Kasus di New York sekitar 49% dari total kasus di seluruh AS yang sudah di atas 68,421 kasus. Sementara angka kematian Covid-19 sekitar 30% dari total kematian di AS 1,032 orang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa AS berpotensi menjadi pusat baru pandemi Covid-19. Setelah Cina, Italia, Iran, Spanyol, Korsel, AS adalah episentrum baru.
Peringatan tersebut mengemuka ketika Presiden Donald Trump berharap AS akan menggerakkan kembali roda bisnisnya bulan depan.
India terapkan ‘lockdown’, 1,3 miliar orang dikarantina selama tiga pekan
Hadiri resepsi pernikahan hingga pergi ke pasar malam diancam tujuh tahun penjara, bagaimana penerapannya?
Kisah para pekerja yang tak punya hak kerja dari rumah, ‘kalau belum meninggal diminta terus kerja’
οΏΌ
Kondisi kereta bawah tanah Kota New York pada jam sibuk. (Reuters)
Gubernur New York Cuomo minta perhatian pemerintahan pusat. “Kami perlu bantuan pemerintahan federal sekarang juha,” cetus Cuomo, yang berafiliasi dengan Partai Demokrat.
“New York adalah barometer. New York mengalaminya pertama. Apa yang terjadi pada New York, akan terjadi pada California dan Illinois. Ini hanyalah masalah wakt,” tambahnya.
Cuomo mengatakan krirmn 400 alat ventilator masih kurang. Dia menyebut New York hanya pujya 7.000 ventilator, yang dibutuhkan sekitar 30.000 ventilator.
Baginya, menyelamatkan manusia adalah prioritas. Melebihi kepentingan ekonomo atau politik apa pun. “Kita mustahil mengorbankan ibu-ibu dan kelompok rentan lainnya,” tegasnya dikutip Reuter.[dj]




















